PADANG, datariau.com - Kota Padang memiliki luas lautan 905,04 KM2 dengan panjang pantai 99,63 km. Nelayan kecil berjumlah 7.076 orang tersebar pada enam kecamatan dari 11 Kecamatan di Kota Padang. Mereka para nelayan mengoperasikan sebanyak 1689 armada penangkapan ikan, rinciannya perahu tanpa mesin 5 unit, motor tempel 1236 unit serta kapal motor sejumlah 386 unit. Produksi yang dihasilkan mereka 20.897,7 ton senilai 416,96 Milyar. Sebahagian diekspor, ikan Tuna segar, olahan, Lobster,Kerapu serta ikan Garing dan nilai ekspor tahun 2016 sebesar 101,28 Milyar.
Demikian disampaikan Wakil walikota Padang Ir.H. Emzalmi, M.Si pada pembukaan rapat koordinasi percepatan implementasi peraturan presiden nomor 126 tahun 2015, tentang penyediaan, pendistribusian dan penetapan harga LPG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil wilayah Sumatera di hotel Mercure, Kamis (27/4). Dan rakor ini bertujuan untuk memfasilitasi pihak-pihak terkait dalam mendorong percepatan implementasi peraturan presiden nomor 126 tahun 2015 tersebut, serta sosialisasi tentang kebijakan pemerintah terhadap penyediaan, pendistribusian dan penetapan harga LPG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil di wilayah Sumatra.
Mendukung upaya dalam rangka efisinsi anggaran, penyediaan bahan bakar yang praktis, bersih dan efisien bila menggunakan LPG, emisi gas yang buangannya lebih ramah lingkungan. Dan mudah didapatkan serta telah memasyarakat. Kemudian untuk menggunakan pada perahu nelayan kecil, kinerja mesin relatif tidak berbeda dengan menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Sedangkan Agung Kuswandono Deputi Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Bidang Kemaritiman RI menyampaikan, respon yang begitu tinggi muncul dari Kabupaten dan Kota yang berada di wilayah Pesisir, sehingga begitu banyak permintaan yang ditujukan kepada Kemenko Bidang Kemaritiman untuk memfasilitasi serta pelaksanaan demo penggunaan konverter kit untuk kapal nelayan kecil.
Tahun 2016, laporan dari PT. Pertamina selaku BUMN yang mendapat penugasan dari pemerintah realisasi distribusai paket perdana untuk kapal nelayan kecil sesuai amanat Perpres 126/2015 sebanyak 5.473 paket yang terdiri dari mesin kapal, tabung LPG 3 Kg, Konverter kit, Longtail dan Asesories lengkap dan uji coba. Distribusi paket perdana sejumlah 5.473 paket tersebut meliputi 5 Provinsi dan 10 Kabupaten, DKI, Jabar, Jateng, Jatim, Bali, Jakarta Utara, Sukabumi, Cirebon, Bekasi, Cilacap,Pemalang, Tuban, Gersik, dan Karang Asem.
Tahun 2017, kata Agung Kuswandono, Direktorat Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Kementerian ESDM menginformasikan bahwa rencana pendistribusian paket perdana konversi BBM ke BBG kepada nelayan kecil adalah sebanyak 24.000 paket meliputi 10 Provinsi di 14 Kabupaten dan Kota yakni, Jawa Tengah, Kabupaten Jepara. Jawa Timur, Kabupaten Pacitan, Malang, dan Kota Surabaya. Sumatera Barat, Kabupaten Pasaman Barat, dan Kota Padang. Bangka Belitung, Kabupaten Bangka Barat. Provinsi Sulawesi Selatan, Kota Makasar, Gorontalo, Kabuopaten Gorontalo. Sulawesi Barat , kabupaten Mamuju. Nusatengara Barat (NTB), Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur. Kalimantan Barat, Kabupaten Kubu Raya. Kalimantan Timur, Kota Balik papan.
Penentuan calon penerima paket perdana, kata Deputi Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Agung Kuswandono, dilakukan melalui kerja sama KKP dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten dan Kota. Kemudian kriteria penentuan penerima, nelayan pemilik kapal dengan ukuran 5 GT. Kapal memiliki bahan bakar bensin. Kapal yang digunakan memiliki daya mesin 13 HP. Jenis alat tangkap yang digunakan adalah alat tangkap yang ramah lingkungan. Dan belum pernah menerima bantuan sejens dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah atau Badan usaha.