Kondisi Pendidikan di Desa Terisolir Menjadi Sorotan Bupati Kampar Saat Blusukan

datariau.com
1.436 view
Kondisi Pendidikan di Desa Terisolir Menjadi Sorotan Bupati Kampar Saat Blusukan
Mirdas Aditya

AUR KUNING, datariau.com - Dalam kunjungan ke 9 Desa terisolir di Kampar Kiri Hulu, Bupati Kampar Azis Zaenal beserta rombongan yang menginap di Desa Aur Kuning melakukan dialog dengan masyarakat Desa Aur Kuning, Desa yang berada di tepian sungai ini memiliki jumlah kepala keluarga sebanyak 180 kepala keluarga dengan jumlah penduduk sebanyak 723 jiwa, Sabtu (30/12/2017).

 

Desa Aur Kuning sendiri dengan kondisi saat ini hanya memiliki 1 SD dengan 3 lokal yang tidak layak dengan 9 lokal secara keseluruhan namun muridnya hanya 110 orang yang ditinjau langsung oleh Bupati Kampar Azis Zaenal.

 

"Dengan kondisi seperti ini saya minta kepala sekolah juga harus kreatif, harusnya perbaikan-perbaikan kecil dapat dilakukan dalam hal pemeliharaan bangunan sekolah, jangan hanya menunggu seperti halnya pengecatan dinding sekolah itu dapat dilakukan secara mandiri bermodalkan cat satu ember dan semen satu sak minimal dapat membangun suasana belajar yang nyaman," ungkap Azis.  

 

Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan ke Desa Pangkalan Serai meninjau SD 016, dengan hanya beberapa lokal yang ada sekolah ini memiliki murid sebanyak  61 orang dengan 6 orang guru dan 1 kepala sekolah. Di sini kembali Azis melakukan dialog bersama kepala sekolah dan 3 orang guru serta mengisi buku tamu yang di dalamnya tertuang motivasi dan harapan agar dunia pendidikan di Pangkalan Serai dioptimalkan dengan cara bersama-sama dengan tenaga pengajar yang telah lulus sarjana untuk kembali mengabdi ke desa dan membangun sumberdaya manusia di desanya.

 

"Semua masalah yang ditemui saat kunjungan ini menjadi catatan bagi kami, nantinya sepulang dari kunjungan kami akan melakukan rapat pembahasan dan melakukan perencanaan untuk evaluasi kedepannya, belajar mengajar harus disiplin, menjaga kebersihan sekolah dan usulan penambahan tenaga pengajar akan dilakukan penyesuaian jumlah guru dan kebutuhan dilapangan dengan melakukan pemerataan tenaga pendidik," ungkap Azis.

 

Hal ini menjadi catatan tersendiri bagi Bupati Kampar terutama bagi Dinas Pendidikan dan UPTD yang ada serta tenaga pengawas yang digaji untuk mengawasi dan melaporkan kondisi pendidikan di lapangan, yang seharusnya mereka turun ke lapangan dan bukan kepala sekolah yang tiap seminggu sekali bolak-balik ke UPTD untuk memohon bantuan.

 

Sebelum meninggalkan SD 061 Desa Panggalan Serai, Azis merogoh saku pribadinya dan memberikan uang sebesar Rp500 ribu agar nantinya dapat dimanfaatkan untuk membeli cat tembok dan kepala sekolah dapat bergotong royong mengecat sekolah dan melakukan perbaikan ringan agar murid nantinya lebih nyaman ke sekolah.

Penulis
: Mirdas Aditya
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)

    wrong sql query