Hatta Munir: Uang ADD Rawan Dikorupsi, Semua Pihak Harus Ketat Mengawasi

datariau.com
1.691 view
Hatta Munir: Uang ADD Rawan Dikorupsi, Semua Pihak Harus Ketat Mengawasi
Heri
Ketua LSM MPR Ber-Nas, Hatta Munir.

RENGAT, datariau.com - Untuk meningkatkan infrastruktur desa, pemerintahan pusat, provinsi dan daerah telah menganggarkan triliunan rupiah uang untuk Alokasi Dana Desa (ADD).

Namun sayang, di beberapa desa yang ada di kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) saat ini penggunaan ADD banyak yang menunai masalah.

"Saya belum bisa beri keterangan pasti, tetapi yang pasti ada beberapa desa di Inhu saat ini menunai masalah dalam penggelolaan ADD, dan diduga menjadi ajang korupsi," kata Ketua LSM MPR Ber-Nas, Hatta Munir kepada datariau.com, Selasa (30/8/2016).

Baru-baru ini, kata Hatta, dirinya telah melakukan peninjauan ke lapangan di beberapa desa, dan menemukan ada kejanggalan dalam penggunaan ADD yang bersumber dari APBN maupun APBD.

"Saat ini saya lagi kumpulkan seluruh bukti-bukti dan nanti hasilnya akan segera diserahkan ke penegak hukum," jelasnya.

Karena, kata Hatta, saat ini pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah daerah tidak sedikit mengucurkan dana untuk ADD dan bahkan mencapai trliunan rupiah, namun sayang diduga uang ADD itu menjadi ajang korupsi oknum kepala desa.

Dengan pengelolaan ADD seperti sekarang, lanjut Hatta, maka rentan terjadi permainan anggaran perseorangan. "Karena itu, kita minta penegak hukum dan masyarakat dapat sama-sama serius untuk mengawasi penggunaan ADD," imbaunya.

Selain penyimpangan dalam penggunaan ADD, jelas Hatta lagi, ada juga isu bahwa disaat hendak melakukan pendatangan pencairan uang ADD, pihak terkait diberi fee Rp1 juta hingga Rp2 juta untuk kelancaran administrasi.

"Bayangkan saja, hampir di setiap desa mendapat Rp1,5 milar uang ADD dari pemerintah pusat, provinsi dan daerah. Memang sudah semestinya ADD ini diadakan karena dapat membantu kesejahteraan masyarakat setempat. Namun dengan catatan, perlu lagi dibenahi dalam pengawasan agar tepat sasaran," pungkasnya.

Penulis
: Heri
Editor
: Zardi
Tag:Add
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)