Meski Ada Pro Kontra

Camat Tegaskan Penertiban Warung Remang dan Rumah Liar Tetap Berlanjut Sampai Tuntas

datariau.com
1.845 view
Camat Tegaskan Penertiban Warung Remang dan Rumah Liar Tetap Berlanjut Sampai Tuntas
Samsul
Camat Bagan Sinembah, Sakinah SSTP Msi.

BAGANBATU, datariau.com - Pemerintah Kecamatan Bagan Sinembah bersama Unsur Pimpinan Kecamatan (Upika) Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir akan terus melanjutkan penertiban dan penggusuran warung remang dan rumah liar dari mulai perbatasan Riau-Sumut hingga sampai ke Simpang Martabak.

"Program kita ini terus berlanjut sampai tanggal 15 September 2017 ini. Pertama kemarinkan kita mulai dari warung remang sampai tanggal 15 ini, namun untuk galian parit dari PTPN masih berlanjut," ungkap Camat Bagan Sinembah, Sakinah SSTP Msi saat dikonfirmasi Datariau.com di ruang kerjanya, Senin (4/9/2017).

Lanjut Camat, selain di perbatasan Riau-Sumut, juga dilakukan pengusuran sampai di Kota Bagan Batu Jalan Jendral Sudirman hingga ke KM4 Bahtera Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah.

"Seperti di kota lihatlah sendiri di tratoar itu pedagang kaki lima berjualan disana dan sudah melangar perda," katanya.

Camat menjelaskan, bahwa sebelumnya sudah diberikan surat edaran kepada PKL  sepanjang Jalan Jendral Sudirman Bagan Batu Kota. "Untuk di kota kita udah layangkan surat edaran dulu. Dan surat edaran itu sudah lama juga disampaikan kepada PKL. Tetapi,  tetap kita panggil dan bertahap seperti di perbatasan," ujarnya.

Camat menegaskan, bahwa sebelum dilakukan pengusuran oleh Upika di perbatasan sudah dilakukan sosialisasi ke masyarakat. "Jelas-jelas udah kita sosialisasikan kepada masyarakat perbatasan. Kayak rumah liar, kan udah bertahun-tahun mereka disitu, dan sebenarnya udah lama juga, seharusnya menyadari itu tanah mereka bangun rumah masuk RMJ dan itu tidak boleh," tegas camat.

Menurut camat, hanya Provinsi Riau yang ada pintu masuk disuguhi wanita-wanita seksi dengan mengunakan pakaian tidak sopan.

"Hanya Provinsi Riau yang ada. Lihat Provinsi Sumut yang dekat perbatasan dengan kita, nggak ada kan rumah liar atau warung remang-remang, bersih mereka," kata camat.

Camat menceritakan, bahwasanya dirinya dulu berencana ingin membuat kios makanan oleh-oleh Rohil di lokasi penggusuran itu. "Tapi, jika kita pelajari itu tidak boleh berdasarkan aturan undang-undang. Itukan masuk RMJ tidak boleh dibangun apa-apa. Jadi kami berpikir bersama Upika kita tanam pohon-pohon sajalah jadi penghijauan aja," paparnya.

Menurut camat, ia membolehkan berjualan di pingir jalan, namun harus pakai gerobak dan bukan di arel daerah milik jalan. "Kita bolehkan berjualan. Tapi dari jam 4 sore sampai pagi. Setelah itu harus bersih dan tidak ada lagi berjualan di jalan di siang hari," saran Sakinah.

Ketika ditanya apakah ada target untuk melakukan pengusuran warung remang maupun ruli, camat mengatakan bahwa dalam hal ini Upika melakukan secara bertahap saja. "Selang beberapa bulan disini, besoknya disana. Dan kami udah suratkan ke mereka agar mereka dapat mempersiapkan agar bongkar sendiri," kata camat.

Untuk dukungan, lanjut camat, semua pihak mendukung agar warung remang dibongkar. "Alhamdulillah, semua pihak setuju, seperti FKUB, MUI Kecamatan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Anggota DPRD Rohil Dapil Kecamatan Bagan Sinembah, ternyata masyarakat Bagansinembah itu banyak ingin Bagansinembah bersih dari tempat maksiat," ungkap camat.

Selain itu, camat juga menceritakan keberadaan dua unit alat berat yang ada di perbatasan. "Kemaren itu PTPN3 menyurati upika lah, Kapolsek, Koramil dan camat, bahwasanya akan ada pencucian parit, yang mana PTPN itu milik Negara juga. Itu tanah negara, kebetulan Upika punya program untuk pemersihan warung remang, jadi gayung bersambutlah," katanya.

"Kami minta tolong agar warung remang digusur. Kerena dah lama kita peringati warung remang dibongkar namun tidak juga. Makanya digusur paksa," katanya.

Untuk penertiban warung remang maupun rumah liar diberlakukan kiri dan kanan jalan. "Selagi masih masuk RMJ jalan tetap dibongkar," tegas camat lagi.

Penulis
: Samsul
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)