RENGAT, datariau.com - Sebanyak 162 orang bidan dan 4 orang dokter CPNS di Kabupaten Inhu sudah 5 bulan sejak ditetapkan sebagai CPNS belum terima SK dan gaji. Bahkan, saat ditanyakan ke Dinas Kesehatan Inhu bukan mencarikan solusi tapi malah mengancam akan mengganti CPNS yang tidak sabar.
"Bulan April 2017 Pemerintah Pusat melaksanakan pengangkatan seluruh PTT bidan se Indonesia, dan sejak pengangkatan oleh pemerintah pusat maka gaji kami dari pusat dihentikan dan gaji kami menjadi tanggungjawab pemerintah daerah," kata seorang bidan kepada datariau.com menceritakan kronologisnya, Kamis (31/8/2017).
"Untuk di Kabupaten Inhu, CPNS sebanyak 162 orang bidan dan 4 orang dokter. Sudah 5 bulan kita ditetapkan sebagai bidan di puskesmas, namun hingga kini belum terima gaji, padahal NIP kami sudah keluar dan ada pada BKD," lanjutnya yang meminta namanya tidak disebutkan.
"Yang gak enaknya saat kami tanyakan ke Kadiskes Inhu bukan mencari gimana solisinya tapi malah mengancam akan gantikan CPNS jika tidak sabar. Inhu satu-satunya daerah di Riau yang belum menyerahkan SK tersebut. Sementara daerah lain sudah mendapatkan gaji dan insentif," keluhnya lagi.
"Sementara kita di Pustu di perintahkan untuk pengobatan gratis, lalu darimana kita mendapatkan uang," pungkasnya.
Sayang hingga berita ini dimuat Kadiskes Inhu Muhammad Yunus belum dapat dikonfirmasi untuk dimintai penjelasan. Saat dikonfirmasi melalui selulernya belum ada dijawab, begitu juga konfirmasi melalu pesan singkat SMS maupun WA juga tidak ada balasan.