Antisipasi Aksi Massa ke PT KBT, Lurah Tanah Merah Kumpulkan Pimpinan Perusahaan dan Warga

datariau.com
1.732 view
Antisipasi Aksi Massa ke PT KBT, Lurah Tanah Merah Kumpulkan Pimpinan Perusahaan dan Warga
Heri
Suasana pertemuan warga.

RENGAT, datariau.com - Belum lama ini di Kelurahan Tanah Merah terjadi gejolak tentang tenaga kerja bahkan sempat terjadi aksi demo di PLTMG (Pembangkit Tenaga Listrik Mesin Gas) PT SMK. Bahkan informasi yang tersebar rencananya warga Tanah Merah kembali akan melakukan aksi demo ke PLTMG dan PT KBT dalam waktu dekat.

Menyikapi terjadinya gejolak di kelurahan Tanah Merah, lurah Tanah Merah langsung mengumpulkan 6 pemimpinan perusahan yang berdomisili di kelurahan Tanah Merah bersama masyarakat di aula kantor Lurah Tanah Merah, Rabu (10/5/2017).

Pihak perusahan yang hadir yakni PT TPP, PT KBT, PT Max Power, PT SMK, PT TGI, dan PT Wika.

"Harapan saya gejolak yang terjadi terkait tenaga kerja di Kelurahan Tanah Merah dengan pihak perusahan bisa selesai dalam pertemuan ini dan tidak berkelanjutan," pinta Lurah Tanah Merah Arifindi SSos.

"Kalau bisa rencana akan melakukan aksi demo pada hari Senin 15 Mei 2017, saya mohon untuk tidak dilaksanakan atau dibatalkan dan mari kita selesaikan pada pertemuan ini," ujar Arifindi Ssos.

"Untuk itu saya berikan kesempatan kepada perwakilan masyarakat untuk menyampaikan kepada masing-masing pihak perusahan untuk menyampaikan keluhan, yang pada intinya permasalahan ini selesai," terang Lurah dalam pertemuan itu.

Dalam kesempatan ini, Bastian selaku  Manager Operasional PT Max Power yang juga mewakili PT SMK mengatakan, mengenai tenaga kerja warga tempatan PT Max Power dan PT SMK sudah merekrut 5 orang, 3 orang ditetapkan di PT Max Power dan 2 ditetapkan di PT SMK.

"Kelima orang ini adalah anak-anak dari kelurahan Tanah Merah. Setelah terjadinya aksi demo beberapa waktu lalu di PT Max Power dan PT SMK, baru ada tiga orang yang mangajukan lamaran kerja dan lamaran tersebut langsung saya emailkan ke kantor pusat di Jakarta," sebutnya.

"Untuk mengenai program, PT Max Power dan PT SMK akan melakukannya melalui program CSR-nya, namun kita mohon dari pihak kelurahan untuk dapat menyampaikan usulan melalui proposal untuk kami pertanggujawabkan kepada atas," lanjutnya.

"Mengenai ada lagi tambahan tenaga kerja untuk PT Max Power maupun PT SMK, saya tidak dapat memastikan, tapi tidak ada salahnya bagi anak-anak warga sini untuk masukan lamaran ke kami," paparnya.

Sementara itu, Yudhi Prayoga perwakilan dari PT KBT menjelaskan bahwa untuk tenaga kerja sudah berulang kali mendesak kantor pusat di Jakarta namun karena kondisi perusahan masih dalam keadaan kesulitan maka belum dapat terima tenaga kerja.

"Saya akui beberapa bulan yang lalu PT KBT melakukan interview 300 lebih tenaga kerja di gedung MDA Kelurahan Tanah Merah, dari 300 lebih tenaga kerja yang diinterview, saya akui belum ada satu pun yang direkrut untuk berkerja. Dan saat ini PT KBT sedang melakukan pembangunan kembali PLTMG 10 MW. Menganai kapan PT KBT merekrut tenaga kerja, kami disini tidak bisa menjawab atau memutuskan, karena kami disini juga sebagai pekerja," singkatnya.

Sementara, Endang selaku Manager Operasional PT KBT dikonfirmasi belum lama ini mengatakan, saat ini tenaga kerja di PT KBT ada 11 orang semua dari luar Inhu. "Kami butuh tenaga skil bukan tenaga yang masih tahap belajar," jawab Endang melalui via selulernya saat itu.

Sebelas orang tenaga kerja itu bertugas untuk pengoperasionalan empat unit mesin PLTMG. Antara lain untuk tenaga operator sebanyak 4 orang dan tenaga koordinator, teknisi dan mekanik masing-masing 1 orang.

Turut hadir dalam pertemuan yakni Ketua LMP Drs Tomas Sudarso, Ketua Karang Taruna Fadri Hendra, Bhabinkamtibmas Bripka Hanif Ashar, Babinsa Serda Basyaruddin serata lebih kurang 50 warga Tanah Merah.

Penulis
: Heri
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)