Aneh, Ketua BPD Mengaku Tidak Dilibatkan Dalam Pelaksanaan Proyek Gunakan ADD

datariau.com
1.756 view
Aneh, Ketua BPD Mengaku Tidak Dilibatkan Dalam Pelaksanaan Proyek Gunakan ADD
Illustrasi

RENGAT, datariau.com - Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan perwakilan warga dalam suatu desa. Namun aneh, Ketua BPD mengaku tidak dilibatkan dalam pembangunan proyek menggunakan ADD maupun DD.

Seperti yang terjadi di Desa Air Molek II Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Inhu. Kegiatan yang menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) APBN dan APBD Tahun 2016 di Desa Air Molek II Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Inhu ini, Ketua BPD tidak dilibatkan, maka adanya permasalahan yang saat ini berkecamuk, Ketua BPD tidak bisa berikan jawaban kepada masyarakat yang bertanya kepada dirinya mengenai pembangunan yang tengah menjadi sorotan banyak pihak.

Ketua BPD Desa Air Molek II, Ari saat dikonfirmasi datariau.com melalui selulernya, Sabtu (19/8/2016) mengatakan, mengenai adanya permasalahan yang saat ini terjadi, dirinya tidak ada dilibatkan dan mengenai rapat maupun kegiatan juga selama ini tidak ada dilibatkan. Maka dirinya mengaku tidak bisa memberi keterangan apa-apa kepada masyarakat yang bertanya.

"Mengenai rapat ada diundang, namun undangan itu hanya SMS dan tidak pernah undangan secara resmi, seharusnya sesama mitra kerja haruslah pakai undangan resmi, contoh saat rapat di kantor camat beberapa waktu lalu. Sebetulnya kami juga sudah bosan, karena selama ini bila ada kegiatan apapun hanya diundang melalui SMS aja," cetusnya.

Ditanya mengenai permasalahan penggunaan dana desa yang saat ini terjadi di Desa Air Molek II, kata Ari memang sudah banyak masyarakat yang bertanya kepadanya mengenai informasi yang beredar di media masa, namun dirinya tidak bisa menjawab yang sebenarnya, karena dalam hal ini dirinya selaku BPD tidak ada dilibatkan dan tidak tahu menahu terkait pembangunan itu.

"Namun bagimana pun kita akan mencari kebenarannya, dan dalam waktu dekat ini kita akan rapat bersama masyarakat dan juga akan undang supplair-nya, agar semuanya jelas," pungkasnya.

Seperti diketahui, pembangunan sejumlah proyek di Desa Air Molek II menggunakan ADD maupun DD tahun 2016 ini memanas terkait pernyataan Supplier yang mengaku hanya dibayarkan Rp100 juta, padahal anggaran yang ada Rp131 juta lebih, kelebihan itu pihak pekerjaan pengerasan jalan itu tidak tahu kemana perginya dan untuk apa.

Penulis
: Heri
Editor
: Ummu SH
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)