PEKANBARU, datariau.com - Pemko Pekanbaru berencana menambah izin ritel Alfamart dan Indomaret masing-masing 50 gerai di Kota Pekanbaru. Wacana ini dikeluhkan pedagang kecil yang menganggap akan semakin berat ancaman bagi mereka setelah beroperasinya 200 gerai ritel terebut di Pekanbaru.
"Keadaan sekarang sepi pak, apalagi kalau ditambah ritel, makin sepi kita. Sekarang saja mereka (Alfamart dan Indomaret) sudah menjamur dimana-mana," kata Muchlis, salah seorang pedagang di Pasar Tangor, belum lama ini.
Hal senada juga dikatakan Simon, salah seorang pedagang sayuran yang berasal dari Sumatera Barat. "Dulu, sayuran seperti wortel, kol, daun bawang dan cabe lebih cepat terjual karena yang ambil barang dari warung-warung kecil, sekarang sudah jarang karena warung rumahan itu sudah banyak gulung tikar," katanya.
Menurut Simon, saat ini untuk membeli barang kebutuhan sehari-hari, masyarakat lebih memilih membeli di minimarket seperti Alfamart dan Indomart. Maka ketika Pemko akan menambah jumah ritel itu, maka perekonomian masyarakat akan semakin mati.
"Itu tentunya dapat lebih mematikan pedagang kecil yang meraup keuntungan usaha di pasar tradisional. Pemko Pekanbaru seharusnya memberikan aturan yang ketat tentang pendirian minimarket tersebut. Jika Pemko ingin menambah jumlahnya lagi, kami harap hal itu dipikir-pikir dulu. Kami yang di pasar tradisional ini bagaimana nasibnya jika pembeli sudah beralih berbelanja di pasar modern," bebernya.
Meskipun di ritel itu tidak ada sayur mayur dan tentunya masyarakat akan tetap berbelanja ke pasar tradisional, namun dampak yang tidak langsung adalah ketika selama ini keuntungan besar itu didapatkan pedagang pasar dari pedagang rumahan.
Namun saat ini, pedagang rumahan banyak yang tidak berjualan lagi, karena masyarakat tidak berbelanja di kedai maka para pedagang rumahan memilih tidak jualan karena yang dicari di kedai hanya sayur mayur saja, sementara kebutuhan lain seperti gula, beras dan lainnya sudah dibeli masyarakat di ritel.
"Ini dampak dari menjamurnya ritel, maka harus dipikir-pikir lah kalau mau tambah lagi," tutur Simon berharap. (kur)