Mahasiswa Lira Tuding Proses Lelang Proyek di Pemko Pekanbaru Banyak Permainan

1.259 view
Mahasiswa Lira Tuding Proses Lelang Proyek di Pemko Pekanbaru Banyak Permainan
Demo mahasiswa di depan Kantor Walikota Pekanbaru. (foto: yanti)
PEKANBARU, datariau.com - Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Mahasiswa Lira (Jaring Mahali) menggelar aksi damai di halaman kantor Walikota, Kamis (6/8/2015) siang.

Dalam aksinya, mahasiswa menuntut Walikota memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan tender kegiatan fisik melalui unit layanan pengadaan (ULP).

"Kami yakin ada permainan dalam penggunaan APBD khususnya pelaksanaan lelang. Percuma ada semboyan trilogi yang digaungkan Walikota kalau penerapannya di dalam tidak sama," ujar Bunyai, salah seorang anggota Jaring Mahali.

Menurutnya, kecurigaan adanya permainan dan konsiprasi ini pada saat penetapan pemenang lelang melalui ULP yang berada di bawah Pemko Pekanbaru. Namun yang menarik, meski mengaku memiliki beberapa bukti kecurangan pelaksanaan lelang kegiatan di ULP Pemko Pekanbaru, namun anggota Jaring Mahali tidak bersedia merincinya. Sebaliknya mereka menyebut akan melanjutkan kasus tersebut secara hukum melalui Kajari dan juga Kepolisian.

Assisten II Sekda Pekanbaru Dedi Gusriadi yang menerima aspirasi Jaring Mahali membantah keras tudingan adanya permainan di ULP Pekanbaru. Bahkan Walikota sendiri ditegaskannya sudah mewanti-wanti panitia lelang untuk transparan dan tidak bermain. Karena bagi yang ketahuan bermain akan diberi sanksi tegas oleh Walikota.

"Tudingan permainan yang adik-adik sebut tidak ada sama sekali karena pelaksanaan pelelangan sendiri sudah lama lewat internet. Kita lakukan secara terbuka dan transparan. Selain itu, pak Walikota juga sangat tegas akan menindak langsung siapa yang terbukti bermain dalam pelaksanaan lelang," tegas Dedi.

Dalam kesempatan itu, Dedi juga menambahkan bila sistem pelelangan melalui internt yang sudah dilaksanakan oleh Pemko Pekanbaru beberapa tahun terakhir sudah sesuai prosedur dan sangat transparan. (yan)


JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)