PEKANBARU, datariau.com - Guna mengantisipasi bertambah banyaknya warga yang terserang penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru sudah mendistribukan sebanyak 75.600 lembar masker ke 20 puskesmas yang ada di Pekanbaru.
Kabid Pengendalian Kesehatan Diskes Kota Pekanbaru Gustiyanti mengatakan, bahwa jumlah masker yang didistribusikan kepada 20 Puskesmas tidak sama dan bervariasi. Hal ini disesuai dengan kepadatan penduduknya yang datang berobat.
"Kita sudah cadangkan masker sebanyak 106.500 masker selama musim kabut asap ini. Sebagian kita distribusikan ke Puskemas, dan sebagiannya lagi dibagikan langsung ke masyarakat pengguna jalan seperti Jalan Sudirman," papar Gustiyanti, Kamis (3/9/2015).
Gusti menjelaskan, masker yang diberikan kepada puskesmas ini tidak untuk diperjualbelikan alias gratis. Namun, pemberian masker akan lebih diutamakan bagi kelompok tertentu semisal ibu hamil dan menyusi, anak-anak dan juga masyarakat yang memiliki riwayat asma serta jantung.
"Karena jumlah yang terbatas ini, kita membatasi pemberian masker dan kita lebih mengutamakan pembagian bagi kelompok tertentu saja," tambah Gusti.
Sementara itu untuk, satuan kerja di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang mungkin wilayahnya terpapar kabut asap tebal juga bisa meminta masker gratis langsung ke Dinas Kesehatan. "Masker ini akan diberikan selama persediaan masih ada," jelasnya.
Sementara untuk jumlah kasus ISPA saat ini, lanjut Gusti, dari 20 Puskesmas yang ada di Pekanbaru sekitar 2.111 warga Pekanbaru terkena ISPA.
"Tidak hanya ISPA yang diderita warga akibat kabut asap, tetapi juga penyakit lain yang juga disebabkan oleh dampak asap yang dihasilkan dari pembakaran hutan. Setidaknya saat ini sudah 63 orang menderita asma, 24 orang menderita pneumonia, dilanjutkan 86 warga terkena iritasi kulit dan 160 warga terkena diare. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya kepekatan asap yang sudah masuk dalam kategori sangat tidak sehat ini," tutupnya. (yan)