DATARIAU.COM - Memasuki bulan Ramadan, sudah waktunya mempersiapkan perjalanan mudik ke kampung halaman dengan mobil pribadi. Sebelum melakukan perjalanan jauh bersama keluarga, penting untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima, khususnya bagian kaki-kaki mobil dan ban yang rawan terlewat tapi fatal.
Workshop Head Astra Peugeot Sunter, Rafi'i menyebut sedikitnya ada beberapa komponen pada bagian kaki-kaki mobil yang perlu diperhatikan. Selain tapak ban, komponen terkait misalnya suspensi. tie road, hingga stabillizer
"Perawatan suspensi bisa dilakukan dengan menecek per-bagian komponen secara bertahap," ujarnya dikutip kompas.com.
Pertama, perhatikan kondisi komponen pada bagian kaki-kaki mobil seperti tie rod, ball joint, shockbreaker, bushing stabilizer, bushing arm, dan bearing roda. Workshop Head Astra Peugeot Sunter, Rafi'i menyarankan untuk memeriksa setiap komponen secara bertahap.
Mendeteksi kerusakan tie rod dan ball joint dapat dilakukan dengan mendengarkan suara aneh dari arah lengan roda. Shockbreaker yang lemah akan menimbulkan suara bising dan guncangan bodi berlebihan. Kerusakan bushing stabilizer terdeteksi dari suara mendecit saat mengerem, sedangkan bushing arm yang bermasalah akan membuat arah laju mobil menyimpang dari kemudi. Bearing roda yang bermasalah juga akan menimbulkan suara bising dari arah roda.
Selain kaki-kaki mobil, perhatikan juga kondisi ban yang merupakan satu-satunya komponen kendaraan yang berkontak langsung dengan permukaan jalan. Michelin Indonesia membagikan tips dalam mempersiapkan ban menghadapi tantangan cuaca ekstrem di momen mudik Lebaran.
Dikutip dari liputan6.com, ada beberapa tips untuk pengendara mobil dalam mempersiapkan ban menghadapi tantangan cuaca ekstrem di momen mudik lebaran.
1. Periksa tekanan angin ban secara rutin
Tekanan angin yang tepat akan meminimalkan risiko kecelakaan. Pastikan selalu menjaga tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan, jangan sampai under inflation atau juga over inflation. Jika ban yang kurang angin digunakan melintasi jalur basah, akan lebih tinggi risiko aquaplanning.
2. Periksa kedalaman alur dan keausan ban
Ban yang aus dapat mengurangi traksi dan stabilitas kendaraan, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem dan jalanan basah.
Visual checking mandiri tingkat keausan ban bisa dilakukan dengan memasukkan kuku kelingking ke alur ban. Jika kedalaman alur ban setara setengah bagian kuku, tandanya ban masih aman digunakan.
Namun, pemeriksaan menyeluruh juga harus dilakukan. Konsultasi rutin dengan ahli ban dan kaki-kaki mobil bisa dilakukan mencakup penyetelan roda (spooring), penyeimbangan (balancing), dan rotasi.
3. Hati-hati paparan sinar matahari langsung
Paparan sinar matahari langsung berkepanjangan ketika mobil diparkir, dapat menyebabkan keretakan atau ozon crack pada permukaan ban. Bukan karena suhu panasnya, tetapi dari senyawa ozon yang dapat memungkinkan terjadinya reaksi kimia yang merusak ban.
Perlu diketahui generator atau genset juga menghasilkan senyawa ini, jadi jauhi juga memarkir kendaraan di dekat genset yang menyala.
4. Hindari penggunaan semir ban oil based
Hindari penggunaan balutan semir ban berbahan dasar minyak alias oil based dapat menyebabkan keretakan pada dinding ban, dan lebih parah membuat struktur dinding ban menjadi rusak.
Penggunaan semir water based memang lebih aman untuk karet ban, namun harganya cenderung mahal. Untuk membedakan kedua jenis semir ini, bisa dilihat dari tingkat glossy dari hasil semir ban. Water based akan menghasilkan finishing lebih mate.
Namun, ada baiknya cukup sikat bersih ban dengan sabun saat mencuci mobil.
5. Isi angin ban serep lebih tinggi dari standar
Sebagai pengganti ban utama ketika terjadi kerusakan atau masalah, ban serep harus diberi tekanan udara lebih tinggi karena ban ini lebih sering disimpan. Tekanan angin pada ban akan jika disimpan dalam waktu lama akan mengalami penyusutan.
Ban serep bisa diisi angin sekitar 40-50 Psi. Kemudian jangan lupa cek keadaan ban setiap 3 bulan. Walau kemungkinan hanya akan turun 5-7 Psi, tetapi sekadar sebagai tindakan preventif.
Dengan memperhatikan kondisi kaki-kaki mobil dan ban yang prima, perjalanan mudik Lebaran bersama keluarga akan lebih aman dan lancar. ***