DATARIAU.COM - Pandemi global Covid-19 merupakan wabah yang telah dikategorikan dalam pandemi global World Health Organization (WHO) sejak tanggal 11 maret 2020.
Sedangkan di Indonesia penularan covid-19 telah ditetapkan sebagai bencana nasional non-alam melalui keputusan presiden Nomor 12 tahun 2020 pada tanggal 13 April 2020.
Berawal di Wuhan Cina, dimana virus ini pertama kali ditemukan pada warganya yang menampakkan gejala demam di atas 38 derajat, batuk, mengalami sesak nafas. Sekarang virus ini menyebar ke seluruh dunia.
Virus Corona konspirasi elite global?
Pandemi global Covid-19 ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, namun juga pada kehidupan sosial, ekonomi masyarakat, industri-industri, sistem pangan di Indonesia, dan pendidikan.
Begitu banyak ragam perspektif yang timbul di latar belakang masyarakat seperti para dokter, ilmuan, dan para tokoh ulama keagamaan.
Untuk perlunya penanganan pencegahan wabah virus korona ini agar tidak menular secara luas, di masa sulit ini tentunya masyarakat sebagai mitra dari pemerintah sangat diperlukan bersinergi dalam solidaritas sosial dan bergotong royong dalam menghadapi Covid-19 ini.
Pandemi global Covid-19 ini pun menyita perhatian seluruh umat manusia di dunia, segala berita langsung menyebar secepat kilat, hampir tidak ada negara di dunia bisa hidup damai, nyaris semua orang ikutan menjadi takut sama virus ini, entah karena berita yang bertebaran atau keluarganya yang ikut ketularan.
Dari ribuan dan bahkan jutaan cerita dan berita yang menyebar, tidak sedikit informasinya membuat kita bertanya-tanya.
Bahkan ada sebuah narasi besar yang rasanya dapat mengubah pandangan kita tentang wabah Covid-19 ini, narasi ini menyimpulkan pandemi ini hanya sebuah teori konspirasi yang beranggapan ada dalang di balik terjadinya sebuah peristiwa, terutama melibatkan hal yang berbahaya, ilegal, dan rahasia.
Biasanya para dalang ini para penguasa yang tergabung dalam suatu perkumpulan rahasia, bisa disebut sebagai elite global. Sebagai sebuah politik untuk menguasai dunia.
Dalam narasi tersebut menitikberatkan pada WHO yang sudah sering merancang pandemi. Dengan fakta: pertama, flu burung 2005, yang digagalkan oleh Menkes kita yang gagah berani Siti Fadilah. Kedua, flu babi 2009, mau ditetapkan oleh WHO sebagai pandemi untung keburu dipertanyakan oleh parlemen Eropa.
Belajar dari kedua kegagalan ini mereka membuat strategi baru sangat rinci dengan skenario wabah dan lockdown yang dibongkar oleh FE101 channel di youtube.
Konspirasi Virus Hoax
Banyak kejadian yang sulit dicerna oleh akal kita, tidak sedikit orang langsung percaya pada sebaran teori konspirasi.
Padahal banyak teori-teori konspirasi yang tak bisa dijamin kebenarannya alias HOAX. Tentu kita tidak boleh percaya begitu saja, namun sering timbul pertanyaan, apakah benar virus korona ini hanya rekayasa segelintir orang?
Tentu dampak virus ini sangat nyata, dari orang terkenal sampai masyarakat biasa udah jadi saksi dari penyakitnya.
Faktanya kasus covid-19 seluruh dunia berada di angka puluhan juta dan ratusan ribu lainnya udah jadi korban jiwa.
Krisis kesehatan, pekerjaan, keuangan, sampai politik semuanya campur aduk jadi satu, tidak mungkin rasanya masalah sebesar ini rentan dijadikan sebuah permainan segelintir orang.
Dari ribuan berita yang tersebar luas dapat mempengaruhi otak kita, memang pada dasarnya otak kita mudah merespon informasi dengan cepat tanpa konsentrasi, ini membuat kita mudah ketipu menerima informasi palsu apapun termasuk Covid-19, dengan begitu berita yang judulnya mengagetkan sekilas masuk akal dan akhirnya menyebar luas, jika dibanyang akan sejahat apa kita kalau dari jutaan orang di-PHK, ratusan ribu orang meninggal, ribuan tenaga medis harus banting tulang tiap hari, kita masih menganggap corona ini cuma kebohongan belaka?
Jadi informasi Hoax dan konspirasi di luar sana bagaikan garam di luasnya samudra. Ilmuwan sudah membuktikan virus ini bukan senjata biologis buatan, yang penyusunnya belum pernah ditemukan sebelumnya.
Ayo lawan hoax dan berpikir kritis dalam menerima informasi, karena di tengah pandemi ini penting bagi kita menerima informasi yang berguna untuk melawan dan mencegah penularan Covid-19, tetap jaga kesehatan dan berpikir kritis dalam menerima berita, agar tidak termakan Hoax. Corona nyata dan bukan konspirasi sekelompok orang. (*)
Penulis adalah Ketua Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Tahun 2018, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau