Santri Sejati, Pejuang Peradaban Hakiki

Oleh: Alfira Khairunnisa
datariau.com
175 view
Santri Sejati, Pejuang Peradaban Hakiki

Di bawah naungan Islam, dunia merasakan rahmatan lil alamin. Inilah yang harus diperjuangkan kembali oleh generasi santri hari ini, bukan sekadar menjadi penonton menuju Indonesia Emas 2045.

Ketiga, Islam itu menyatukan, bukan memisahkan. Nasionalisme telah memecah umat Islam menjadi lebih dari 50 negara yang lemah dan mudah diadu domba. Ketika satu negeri dijajah, negeri lain hanya mampu mengecam.

Konsep Islam sangat jelas, umat membutuhkan satu kepemimpinan yang menyatukan, yaitu Khalifah, dan satu institusi pemersatu yang akan menjaga agama serta mengurus urusan dunia umat, yaitu Khilafah. Tanpa institusi ini, penerapan syariat Islam akan timpang, jalan dakwah dan jihad akan terhalang, dan kekayaan umat akan terus dirampas oleh penjajah gaya baru.

Oleh karena itu, Hari Santri jangan hanya menjadi selebrasi tahunan yang lewat di linimasa. Momentum ini harus menjadi pengingat dan muhasabah bersama, bahwa di pundak 4,6 juta santri terdapat amanah besar untuk melanjutkan perjuangan ulama. Bukan sekadar menguatkan negeri menuju Indonesia Emas, tetapi menguatkan Islam untuk mengembalikan kejayaan peradaban Islam bagi seluruh alam. Sebab santri sejati tidak hanya menghafal kitab, tetapi mewujudkan isi kitab tersebut dalam kepemimpinan peradaban yang hakiki. Wallahu a'lam bishawab.***

Catatan Redaksi: Tulisan ini merupakan artikel opini penulis. Seluruh pandangan, analisis, dan kesimpulan di dalamnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak selalu mencerminkan sikap redaksi DATARIAU.COM.
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)