Sampah Rumah Tangga: Mengurai Benang Kusut di Balik Pintu Rumah

Oleh: Alvira Rizky Ramadhani
datariau.com
1.867 view
Sampah Rumah Tangga: Mengurai Benang Kusut di Balik Pintu Rumah
Foto: Ist.
Tong sampah di rumah.

PEKANBARU, datariau.com - Sampah merupakan realitas kehidupan modern yang tidak dapat dihindari.

Tumpukan sampah rumah tangga yang menumpuk di balik pintu rumah, bukti nyata yang di konsumsi manusia.

Mulai dari sisa makanan hingga kemasan plastik, kita menjumpai sampah rumah tangga setiap hari, dan seringkali kita anggap remeh.

Namun di balik kesederhanaannya, sampah rumah tangga menyembunyikan cerita kompleks tentang gaya hidup, konsumsi, dan dampak terhadap lingkungan.

Kita menghasilkan sampah dalam jumlah yang tak terhitung setiap hari. Sisa makanan, kemasan plastik, kertas, botol minuman, dan masih banyak lagi barang lainnya akan berakhir di tempat sampah selamanya.

Tumpukan sampah ini tanpa kita sadari menjadi bom waktu yang mengancam lingkungan dan kesehatan kita.

Sampah rumah tangga dapat mencemari lingkungan jika tidak dibuang dengan benar. Penguraian sampah organik dapat menghasilkan gas metana, gas rumah kaca yang berbahaya.

Sampah plastik yang tidak terurai dapat mencemari tanah dan air sehingga membahayakan kehidupan makhluk yang hidup di dalamnya.

Permasalahan sampah rumah tangga tidak hanya menjadi permasalahan lingkungan saja, namun juga permasalahan kesehatan.

Sampah yang menumpuk dapat menjadi sarang penyakit seperti demam berdarah. Bau yang dikeluarkan sampah juga dapat mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan penghuni rumah.

Penyelesaian permasalahan sampah rumah tangga memerlukan kerja sama seluruh keluarga.

Mari kita mulai dengan memilah sampah dari sumbernya. Silakan pisahkan sampah organik, sampah plastik, sampah kertas dan sampah lainnya.

Sampah organik dapat dibuat kompos dan sampah lainnya dapat didaur ulang atau dibuang di penyimpanan akhir yang sesuai.

Kurangi penggunaan barang sekali pakai seperti plastik dan styrofoam. Gunakan tas belanja ramah lingkungan, botol air yang dapat digunakan kembali, dan peralatan makan yang dapat digunakan kembali.

Hindari membeli produk yang dikemas secara berlebihan dan pilihlah produk yang ramah lingkungan.

Selain itu, penting untuk mendukung program pengelolaan sampah yang ada di wilayah tersebut. Berpartisipasi dalam program bank sampah, daur ulang, dan pengomposan.

Dengan cara ini, kita dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke tempat pembuangan sampah dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Perubahan kecil pada rumah Anda dapat berdampak besar terhadap lingkungan.

Dengan kesadaran dan komitmen, kita dapat mengurangi jumlah sampah rumah tangga dan menciptakan kehidupan yang lebih berkelanjutan.

Ubah pola pikir Anda tentang sampah dari sebuah beban menjadi peluang untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. ***

Tag:sampah
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)