Menyoal Raja Ampat: Kekayaan Alam Dikerok, Potret Hidup dalam Sistem Bobrok

Oleh: Sinta Nurhaziza
datariau.com
691 view
Menyoal Raja Ampat: Kekayaan Alam Dikerok, Potret Hidup dalam Sistem Bobrok
Ilustrasi. (Foto: Internet)
Kegiatan pertambangan di Raja Ampat.

Jauh berbeda halnya dengan sistem ekonomi yang berstandarkan Islam, dimana terdapat pemimpin yang menjalankan hukum syari'at. Berperan sebagai Raa'in yang akan mengelola Sumber Daya Alam (SDA) dengan aman, tanpa campuran tangan perusahaan swasta. Serta menjaga kelestarian lingkungan alam, yang merupakan bagian dari peran negara. Sehingga Raja Ampat tidak dibiarkan sedikitpun untuk dicaplok pihak swasta. Karena sejatinya Sumber Daya Alam (SDA) adalah milik Ummat.

Adapun cara mengelola tambang semestinya sesuai dengan ajaran Islam, dengan menyerahkan pengelolaannya kepada yang diberi hak oleh syariah yaitu Negara. Dalam kepemilikan umum, Negara diberi tanggung jawab sebagai pengelolanya. Namun tidak boleh memberikan milik umum ini kepada siapapun.

Hasil pengelolaan umum pada dasarnya adalah milik seluruh rakyat. Bukan milik sepihak/sekelompok/ormas/partai. Bukan pula hanya milik kaum Muslim saja. Karena itu Negara harus menggunakannya untuk kepentingan rakyat banyak, baik dengan membagikannya secara langsung atau untuk membiayai dan mensubsidi kebutuhan rakyat, seperti pendidikan, kesehatan, dll.

Oleh karena itu, perlu adanya kepemimpinan umum bagi kaum Muslim. Di bawah satu naungan kepemimpinan Islam, semua kekayaan alam ini dapat dikoordinir dengan baik dan transparan. Sehingga penambangan nikel oleh perusahaan swasta di Raja Ampat dapat dihentikan secara total dan tetap dijaga kelestariannya. Wallahu'alam bishawab.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)