Lemahnya Keamanan Data Publik Layanan Perbankan Digital

Oleh: Awiet Usman
datariau.com
1.365 view
Lemahnya Keamanan Data Publik Layanan Perbankan Digital

DATARIAU.COM - Hacker said, Virality is not an accident. It is engineered by design. That's how a hackers grow up and beat a systems of digital. (Anonim)

Service Error yang dialami oleh PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI dalam sejumlah layanan perbankannya telah membuat publik mempertanyakan tentang jaminan proteksi terhadap keamanan data publik dalam sistem perbankan.

Untuk kesekiankalinya kasus peretasan data ini terjadi lagi. Bagaimana mungkin di era digitalisasi dan transformasi seperti sekarang ini, pemerintah masih abai memperkuat sistem keamanan siber negara.

Cyber Crime oleh LockBit


Akun Twitter Fusion Intellegence Center DarkTracer menyatakan bahwa kelompok hacker ransomware, LockBit 3.0 mengklaim mereka telah mencuri 15 juta catatan pelanggan, informasi karyawan, dan sekitar 1,5 terabyte (TB) data internal dan mengaku bertanggung jawab atas gangguan semua layanan di BSI. Twitter, (13/5/2023).

Komisaris Independen BSI Komaruddin Hidayat mengatakan memang ada sabotase terhadap BSI. Kendati demikian, menurutnya, manajemen sudah menurunkan tim ahli untuk menyelesaikan masalah ini. Tempo, (13/5/2023).

Digitalisasi Dunia Perbankan Rentan Peretasan


Implementasi ekonomi digital yang transglobal terutama dalam dunia perbankan menjadi begitu riskan dan terbuka terhadap ancaman keamanan siber terutama peretasan data.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keusngan (OJK), termasuk juga Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), sebagai pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk menangani masalah ini hendaknya segera mengambil tindakan yang preventif dan proaktif agar proses transformasi digital tidak menjadi slowmotion akibat hilangnya kepercayaan publik terhadap dunia perbankan.

Transformasi digital yang dilakukan di sektor perbankan, khususnya dalam layanan perbankan digital secara online seperti mobile banking atau mobile payment menjadi krusial dalam pelaksanaan ekonomi digital sebab penggunaan sistem ini lebih memberikan kemudahan dan menjadi pilihan utama bagi publik karena lebih fleksibel, cepat, dan efisien. Dalam dunia globalisasi saat ini, pelayanan publik yang akuntabel, kredibel dan efisien seharusnya menjadi prioritas pemerintah dalam memenuhi rasa kepuasan dan keamanan data publik.

Kerugian Akibat Cyber Crime


Sistem perbankan yang galat ini pasti menimbulkan kerugian kepada para nasabah dari bank yang bersangkutan baik secara materil maupun immateril. Bagaimana tidak, cyber crime ini membuat semua entitas penting seperti data pribadi, nomor rekening bank, riwayat transaksi, password dan bahkan jumlah saldo milik para nasabah sudah bocor ke tangan para hacker LockBit. Belum lagi terganggunya sistem transaksi dari para nasabah yang secara auto tidak dapat menarik uangnya sendiri sampai beberapa hari karena pihak bank telah mengunci sistemnya yang telah bobol tersebut demi keamanan.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)