SMM PANEL INDO

Komunikasi yang Menguatkan: Kolaborasi Sekolah, Guru, dan Orang Tua dalam Membangun Generasi Penghafal Al-Qur’an

Oleh: Mela Kusmiati, S.I.Kom, M.I.Kom, C.PS, C.STMI*
datariau.com
171 view
Komunikasi yang Menguatkan: Kolaborasi Sekolah, Guru, dan Orang Tua dalam Membangun Generasi Penghafal Al-Qur’an

DATARIAU.COM - Komunikasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dalam dunia pendidikan, komunikasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi cara untuk membangun motivasi, kepercayaan, dan hubungan antara guru dengan siswa. Neviyani (2024) menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal antara guru dan siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar dan hasil belajar siswa.

Sebagai guru tahfidz yang telah mendampingi kegiatan tahfidz sejak 2017, saya melihat secara langsung bahwa komunikasi memiliki peran penting dalam perjalanan seorang anak menghafal Al-Qur’an. Sejak 2023, saya menjadi guru tahfidz di SMAN 10 Pekanbaru. Di sekolah ini, cukup banyak siswa mengikuti program tahfidz, termasuk siswa yang masuk melalui jalur tahfidz. Mereka diarahkan mengikuti kegiatan tahfidz setiap Senin dan Rabu pukul 16.00-17.00 WIB.

Program tersebut tidak hanya berjalan karena kemauan siswa, tetapi juga karena adanya dukungan dari sekolah. Kepala SMAN 10 Pekanbaru, Abdul Gafar, M.Pd., memberikan dukungan terhadap kegiatan tahfidz dengan menghadirkan Rumah Qur’an Al-Mujahadah sebagai wadah pengembangan kegiatan Al-Qur’an di lingkungan sekolah.

Dalam prosesnya, komunikasi interpersonal antara guru dan siswa menjadi bagian penting. Guru tidak hanya menyimak hafalan, tetapi juga memberikan motivasi, arahan, nasihat, dan perhatian kepada siswa. Komunikasi seperti ini membuat siswa merasa didampingi dalam menjalani proses menghafal yang membutuhkan kesabaran dan konsistensi.

Dukungan juga datang dari orang tua. Setiap rapat kegiatan tahfidz, orang tua santri menunjukkan antusiasme untuk hadir dan memberikan dukungan. Bahkan, ketika siswa seharusnya pulang pukul 16.00, para santri tahfidz bersedia meluangkan waktu hingga pukul 17.00 untuk mengikuti pembinaan. Hal ini menunjukkan adanya komunikasi dan komitmen yang terbangun antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua.

Penelitian Rahmadina dan Rosyanafi (2026) juga menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran aktif dalam mendampingi muraja’ah, memberikan motivasi dan apresiasi, serta menjalin komunikasi dengan guru secara berkala.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)