Ketika Energi Bergantung, Rakyat yang Menanggung

Oleh: Siti Amie, S.Pd
datariau.com
165 view
Ketika Energi Bergantung, Rakyat yang Menanggung
Ilustrasi. (Foto: OpenAI)

Dalam perspektif Islam, persoalan ketergantungan energi seharusnya dapat diatasi melalui pengelolaan sumber daya secara kolektif di antara negeri negeri Muslim. Kemandirian energi diyakini akan lebih mudah terwujud apabila negeri negeri Muslim berada dalam satu kesatuan politik yang mengelola kekayaan alam secara bersama. Dengan wilayah yang luas dan cadangan sumber daya yang melimpah, distribusi energi dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan seluruh wilayah secara merata.

Melalui sistem ini, sumber daya minyak tidak akan terhambat oleh batas wilayah negara yang sempit. Cadangan energi yang melimpah di satu kawasan dapat dimanfaatkan untuk menopang kebutuhan wilayah lain. Dengan demikian, ketergantungan terhadap pasokan luar dapat ditekan, bahkan dihilangkan, sehingga stabilitas energi menjadi lebih terjaga.

Kemandirian energi juga akan memperkuat posisi negara dalam menghadapi dinamika global. Negara tidak mudah terombang ambing oleh fluktuasi harga internasional karena memiliki sumber daya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Stabilitas ekonomi dan politik pun menjadi lebih kokoh karena tidak bergantung pada kekuatan eksternal.

Meski demikian, kemandirian energi bukan berarti penggunaan sumber daya secara berlebihan. Dalam Islam, pemanfaatan energi tetap harus dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab. Negara tetap mendorong efisiensi, namun tanpa mengorbankan hak masyarakat dalam memperoleh layanan yang layak.

Selain itu, pengembangan energi alternatif juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi jangka panjang. Teknologi energi terus dikembangkan agar ketergantungan pada satu sumber dapat dikurangi. Dengan pendekatan ini, kebutuhan energi tidak hanya terpenuhi, tetapi juga berkelanjutan.

Kenaikan harga BBM dan elpiji hari ini menjadi pengingat bahwa persoalan energi tidak bisa diselesaikan dengan kebijakan jangka pendek semata. Selama ketergantungan terhadap pasar global masih tinggi, masyarakat akan terus menjadi pihak yang paling terdampak. Mulai dari kenaikan harga hingga tekanan ekonomi yang berkepanjangan.

Sudah saatnya persoalan ini dilihat secara lebih mendasar. Kemandirian energi bukan sekadar pilihan, tetapi kebutuhan yang harus diwujudkan. Tanpa itu, setiap gejolak global akan terus berulang menjadi beban dalam negeri, dan rakyat kembali menjadi pihak yang menanggung dampaknya. Wallahu a’lam bishshawab.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)