Darurat Narkoba Mengancam Generasi Muda

Oleh: Alfiah SSi
Datariau.com
831 view
Darurat Narkoba Mengancam Generasi Muda
Ilustrasi (Foto: Internet)
Konferensi pers pengungkapan kasus narkoba.

DATARIAU.COM - Mengerikan! Penduduk satu desa terjerat narkoba. Itulah yang terjadi di Desa Mulyajaya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang. Endang Macan Kumbang, Kepala Desa setempat mengungkapkan bahwa ratusan warganya, mulai dari anak-anak Sekolah Dasar (SD) hingga nenek-nenek, terjerat kecanduan obat terlarang jenis eximer dan tramadol (www.jawapos.com, 9/8/2023).

Diketahui bahwa ada seorang bandar narkoba yang bebas beroperasi. Si bandar dikabarkan dengan santainya menjual barang-barang terlarang seperti eximer dan tramadol. Hal yang paling mengkhawatirkan adalah fakta bahwa pelaku menjual obat-obatan terlarang ini kepada berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak SD dan bahkan para lansia. Akibatnya, sekitar 150 warga Desa Mulyajaya dengan beragam usia mengaku bahwa mereka telah kecanduan obat-obatan terlarang tersebut.

Tramadol atau yang dikenal juga dengan PCC adalah Paracetamol Caffein Cariprodol atau yang biasa disebut Carisoprodol generiknya. Patennya yang tenar juga biasa disebut Somadril. Obat ini biasa digunakan dari segi medis sebagai obat antinyeri atau antidepresan. Harusnya obat ini tidak dikonsumsi secara bebas.

Tramadol biasa digunakan untuk pasien-pasien kecelakaan berat atau setelah operasi. Dokter juga biasa meresepkan obat ini untuk relaksasi otot (otot tegang), karena obat ini bekerja pada jaringan saraf dan otak yang mampu merilekskan otot. Carisoprodol dalam PCC itulah yang bisa menyebabkan reaksi kecanduan, terutama jika telah digunakan dalam waktu yang lama atau dalam dosis tinggi.

Tak hanya di Desa Mulyajaya, penjualan secara bebas obat-obatan terlarang dan penyalahgunaannya ternyata juga banyak terjadi di daerah-daerah lain. Komplotan pengedar dan bandar narkoba seakan dilindungi dan bebas keluar masuk menjual obat-obatan terlarang.

Di Kabupaten Majalengka peredaran obat-obatan terlarang bahkan semakin meresahkan. Para pelajar kerap menjadi target penjualan barang haram tersebut. Hal itu terungkap usai Kodim 0617/Majalengka berhasil mengamankan pengedar obat-obatan terlarang di dua lokasi.

Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf Danang Biantoro mengatakan, dari aduan masyarakat yang ditindaklanjuti pihaknya itu rata-rata dijual ke para pelajar. Di Tanggerang, Polresta Tangerang menangkap EK (26), di Rajeg, Kabupaten Tangerang, karena diduga mengedarkan obat-obatan terlarang jenis G. Polisi turut mengamankan 20.189 butir obat terlarang jenis hexymer dan tramadol dari pelaku.

Contoh di atas hanya segelintir dari maraknya peredaran obat-obatan terlarang di daerah-daerah lain di Indonesia. Miris memang. Generasi muda kita, baik pelajar dan mahasiswa sering dijadikan sasaran pelaku peredaran obat-obatan terlarang. Apalah jadinya nasib bangsa ini jika generasi harapan masa depan dirusak otaknya oleh narkoba.

Ironisnya bandar dan pengedar narkoba sering justru dilindungi oleh oknum aparat yang harusnya menindak tegas pengedar narkoba. Mereka hanya mementingkan keuntungan sesaat dan kenikmatan yang semu. Mereka tega menghancurkan generasi demi rupiah dan materi. mental aparat rusak, negara seakan tutup mata terhadap peredaran narkoba dan generasi muda terbuai oleh candu narkoba, maka apa yang bisa diharapkan dari bangsa ini?

Sungguh, kebangkitan dan kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh taraf berpikir rakyatnya. Apalah jadinya jika otak sebagai organ penting dalam berfikir dirusak oleh obat-obatan terlarang. Tidak ada yang bisa diharapkan oleh generasi rapuh yang akalnya sudah dirusak, dunianya hanya seputar syahwat dan impiannya hanya seputar menjadi publik figur di dunia hiburan. Keberadaan negara harusnya menjaga akal masyarakatnya, agar menjadi bangsa yang beradab.

Harusnya kita belajar dari generasi muda pada masa kejayaan Islam. Mereka menjadikan kecintaan kepada Allah dan rasul-Nya di atas segalanya. Hidupnya disibukkan dengan menuntut ilmu. Ketika genderang perang ditabuh untuk melawan musuh, pemuda-pemuda Islam yang paling semangat dan terdepan dalam berperang.

Tidak diragukan lagi bahwa para pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam tatanan kehidupan manusia. Jika mereka adalah para pemuda yang berpikiran cemerlang dan terdidik dengan adab maka merekalah yang akan menjadi nakhoda yang akan mengantarkan mereka kepada kebaikan dunia dan akhirat.

Oleh karena itulah para sahabat Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam yang masih muda memiliki andil dan peran yang sangat besar dalam menyebarkan agama baik dari sisi pengajaran maupun dari sisi berjihad di jalan Allah.

Adalah Az Zubair bin Awwan. Ia adalah sosok pemuda teman diskusi Rasulullah, anggota pasukan berkuda, tentara yang pemberani, pemimpin dakwah Islam di zamannya dalam usia 15 tahun.

Sementara Thalhah bin Ubaidillah, seorang pembesar utama barisan Islam di Makkah, singa podium yang handal, pelindung Nabi saat perang Uhud berkecamuk dengan tujuh puluh luka tusuk tombak, donator utama fii sabilillah, mendapat julukan dari Rasulullah Thalhah si pemurah, Thalhah si Dermawan di usianya yang masih sangat muda.

Juga Sa’ad bin Abi Waqash, seorang ksatria berkuda Muslimin paling berani di saat usianya baru menginjak 17 tahun. Ia dikenal sebagai pemanah terbaik, sahabat utama yang pertama kali mengalirkan darahnya untuk Islam, lelaki yang disebut Rasulullah sebagai penduduk surga.

Zaid bin Tsabit, mendaftar jihad fii sabilillah sejak usia 13 tahun, pemuda jenius mahir baca-tulis. Hingga Rasulullah bersabda memberi perintah: “Wahai Zaid, tulislah...”. Ia mendapat tugas berat, menghimpun wahyu, di usia 21 tahun.

Juga Usamah bin Zaid, namanya terkenal harum sejak usia 12 tahun, mukmin tangguh dan muslim yang kuat, Rasulullah menunjuknya sebagai panglima perang di usianya 20 tahun dan memimpin armada perang menggempur negara adikuasa Romawi di perbatasan Syiria dengan kemenangan gemilang.

Para sahabat Rasulullah mereka adalah manusia biasa yang nyata seperti kita, yang telah mengukir prestasi gemilang di masa mudanya. Merekalah pemuda Islam yang mampu mengharumkan agama Allah dalam keremajaannya.

Para pemuda di zaman ini adalah para pewaris mereka (para pemuda dari kalangan shahabat) jika mereka mampu untuk memperbaiki diri-diri mereka, mengetahui hak dan kewajiban mereka, serta melaksanakan semua amanah yang diberikan kepada mereka yang berkaitan dengan ummat ini.

Dan bagi mereka kabar gembira dari Nabi Shallallahu alaihi wasallam tatkala beliau bersabda dalam hadits yang shahih, “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya,” lalu beliau menyebutkan di antaranya, “Seorang pemuda yang tumbuh dalam penyembahan kepada Rabbnya.”

Sudah saatnya para pemimpin negeri ini peduli terhadap generasi dengan bersikap tegas terhadap hal-hal yang merusak moral dan akal generasi. Sesungguhnya mempersiapkan pemuda sama dengan mempersiapkan sebuah peradaban. Wallahu a'lam. (*)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)