Oleh: Alfira Khairunnisa

Berhijab Sejak Dini: Pembiasaan Bukan Pemaksaan

Datariau.com
1.339 view
Berhijab Sejak Dini: Pembiasaan Bukan Pemaksaan
Alfira Khairunnisa.

Datariau.com - Serangan kaum liberal tak henti-hentinya kembali diarahkan pada ajaran Islam. Bagaimana tidak? Pembiasaan berhijab sejak dini yang merupakan ketaatan dalam berpakaian pun disoal. Hal itu dianggap sebagai pemaksaan dan berakibat negatif bagi perkembangan anak.

Dilansir dari pikiranrakyat.com (26/9/2020) Media asal Jerman Deutch Welle (DW) membuat konten video yang mengulas tentang sisi negatif anak pakai hijab sejak dini. Dalam video itu, DW Indonesia mewawancarai perempuan yang mewajibkan putrinya mengenakan hijab sejak kecil. Disamping itu DW Indonesia juga mewawancarai psikolog Rahajeng Ika dan menanyakan terkait dampak psikologis bagi anak-anak yang sejak kecil diharuskan memakai jilbab. Berikut jawaban Rahaeng Ika menjawab pertanyaan DW Indonesia

?Mereka menggunakan atau memakai sesuatu tapi belum paham betul konsekuensi dari pemakaiannya itu. Permasalahannya apabila di kemudian hari bergaul dengan teman-temannya, kemudian agak punya pandangan yang mungkin berbeda, boleh jadi dia mengalami kebingungan, apakah dengan dia pakaian begitu berarti dia punya batasan tertentu untuk bergaul."

Tak hanya itu, DW Indonesia juga mewawancarai feminis muslim yakni Darol Mahmada terkait dampak sosial anak yang diharuskan memakai hijab sejak dini. Menurut Darol Mahmada, wajar-wajar saja seorang ibu atau guru mengharuskan anak memakai hijab sejak dini. Namun ia mengkhawatirkan membawa pola pikir si anak itu menjadi eksklusif karena dari sejak kecil ia ditanamkan untuk misalnya ?berbeda? dengan yang lain,? kata Darol Mahmada.

Berhijab bagi anak sejak dini merupakan pembiasaan bukan pemaksaan. Tentunya sebelum baligh sebaiknya anak sejak dini diperkenalkan dengan kedisiplinan dalam menjalankan hukum syara' meski belum terkena beban taklif. Memang benar bahwa kewajiban mereka untuk menutup seluruh auratnya belumlah ada pada pundaknya. Namun jika dibiasakan sejak dini maka akan terbiasa nantinya ketika anak sudah baligh.

Liberalisme Lahir dari Peradaban Barat

Tak jarang kita temui cara mendidik anak ala Barat itu dengan penanaman menjamin kebebasannya dalam bertingkah laku. Tidak boleh mengatakan kata "Jangan" atau "Tidak" begitulah teori parenting Barat yang tidak boleh mengatakan ?tidak? pada apa yang dilakukan anak-anak yang dianggap dapat menghambat daya kreativitasnya. Dan teori tersebut agaknya sudah diadobsi oleh sebahagian masyarakat Indonesia.

Padahal, jika kita belajar dari nasihat Nabi Luqman kepada anak-anaknya yang jika kita perhatikan justru menggunakan kata ?jangan?. Artinya ada kata larangan. Berikut kutipan terjemahan Luqman ayat 13:

?(Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya, ?Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar?.? (QS Luqman: 13)

Kaum Liberal sengaja tebarkan islamophobia ke tengah-tengah masyarakat. Tuduhan-tuduhan miring terhadap ajaran Islam pun kian deras. Inilah perasaan takut dengan agamanya sendiri. Genderang islamofobia terus ditabuhkan dari segala arah. Kaum liberal berupaya sedemikian rupa membentuk opini di tengah-tengah umat.

Mereka mencoba meracuni masyarakat dengan menanamkan pemahaman bahwa pembiasaan berhijab pada anak sejak dini adalah bentuk pemaksaan yang akan berdampak buruk pada psikologi anak dan sosialnya.

Tidak hanya itu. Islamofobia tak hanya menjangkiti masyarakat tapi juga pemerintah negeri ini. Bagaimana tidak? Lihat saja bagaimana saat ini pemerintah terus mempropagandakan Islam sebagai agama intoleran. Bahkan ada Mentri mengatakan bahwa Radikalisme masuk dari seseorang yang Good looking. Artinya nampak baik, alim, pandai agama, hafidz, pengurus Masjid, Imam dan kain sebagainya yang lama kelamaan akan menebar pemahamannya radikalnya pada umat. Sebegitunya mereka menuduh umat.

Kewajiban Mendidik Anak Sejak Dini

?Dan hendaklah takut kepada Allah Subahanahu wa Ta'ala orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.? (QS An-Nisa: 9)

Ayat ini ditafsirkan tentang kewajiban orang tua mendidik anak-anak dan menanamkan akidah padanya. Hal itu perlu ditanamkan sejak dini agar mereka mampu bersikap santun baik kepada orang tuanya, guru, dan orang lain.

Orang tua juga harus mendampingi pembiasaan anak dalam menerapkan aturan syariat Islam disertai penjelasan terhadap syariat. Hingga tertanam dalam benak anak sedari dini bahwa dirinya adalah muslim yang harus ?taat tanpa tapi?.

Berhijab sejak dini bukanlah paksaan, melainkan pembiasaan dan pemahaman yang diberikan sejak dini oleh orang tua kepada anaknya sebagai bentuk tanggung jawab orang tua. Begitulah syari'at Islam mengatur.

Rasulullah Shallallahu ?alaihi wa sallam bersabda,

?Setiap engkau adalah pemelihara, dan setiap engkau akan dimintai pertanggungjawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya: Seorang pemimpin adalah pemelihara, ia akan dimintai pertanggungjawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya. Seorang laki-laki juga pemelihara dalam keluarganya, ia akan dimintai pertanggungjawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya. Dan seorang perempuan adalah pemelihara dalam rumah suaminya, ia akan dimintai pertanggungjawaban mengenai apa yang menjadi tanggung jawab pemeliharaannya.? (HR al-Bukh?ri)

Wallahu'alam-bishoab. (*)

Oleh: Alfira Khairunnisa (Founder Media Muslimah Shalihah)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)