Oleh Ummu Yahya

Solusi Praktis Penanganan Banjir

Datariau.com
937 view
Solusi Praktis Penanganan Banjir
ejumlah warga memadati lokasi jalan masuk ke desa yang terendam banjir luapan Sungai Kampar di Desa Buluhcina, Kabupaten Kampar, Riau, 12 Februari 2016. Banjir tersebut merendam puluhan ribu rumah warga di tiga kabupaten di Riau. ANTARA FOTO

DATARIAU.COM - Musim hujan telah tiba. Hampir setiap hari wilayah provinsi Riau dan sekitarnya diguyur hujan. Dimusim penghujan seperti ini, bencana banjir dan tanah longsor selalu mengancam masyarakat. Bahkan saat ini, bencana banjir sudah melanda di beberapa Kabupaten Provinsi Riau.

Setidak?nya, sudah lima kabupaten yang telah menetapkan status darurat banjir dan longsor. Kabupaten itu adalah Pelalawan, Rokan Hulu (Rohul), Rokan Hilir (Rohil), Indragiri Hulu (Inhu), dan Kuantan Singingi (Kuansing).

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger menjelaskan, dari lima kabupaten itu, empat di antaranya berstatus tanggap darurat.Satu lagi berstatus siaga darurat. (Tribunpekanbaru.com/9 nov 2018).

Banjir merupakan salah satu bencana yang kerap melanda saat musim penghujan tiba. Di wilayah indonesia sering kali terjadi banjir, Riau adalah salah satu wilayah yang rentan dengan musibah banjir dan tanah longsor. Sebenarnya bencana banjir ini muncul karena ada peran manusia didalamnya. Banyak penyebab yang menimbulkan terjadinya banjir.

Namun masyarakat sering kali melupakan bahwa banjir bisa terjadi akibat hal sepele, namun berdampak luas. Ketika curah hujan tinggi, ada beberapa penyebab yang dapat menimbulkan banjir, diantaranya adalah adanya penyumbatan aliran sungai atau selokan dengan sampah, massifnya penebangan pohon sehingga menyebabkan hutan menjadi gundul. Hal ini mengakibatkan semakin berkurangnya pohon yang berguna untuk menyerap air. 

Selain itu juga akibat pesatnya pembangunan yang semakin mengurangi daerah resapan air, juga memicu adanya banjir.  Ditambah lagi dengan banyaknya daerah yang mengalami pengaspalan dan pembetonan, juga akan membuat air tidak bisa meresap ke tanah. 

Bencana banjir, hampir selalu terjadi di provinsi Riau ketika musim hujan. Selalu berulang seolah minim solusi. Seakan-akan pemerintah belum melakukan upaya yang serius untuk bisa keluar dari masalah banjir dimusim penghujan seperti saat ini. 

Padahal banyak sekali bahaya yang mengintai masyarakat ketika dilanda banjir, seperti lumpuhnya aktivitas warga, sulitnya mendapatkan air bersih, kerugian ekonomi karena barang-barang yang terbawa arus banjir dan bahaya penyakit yang ditimbulkan akibat banjir, seperti diare, penyakit kulit dan sebagainya. 

Untuk itu, pemerintah harus berfikir keras bagaimana agar musibah banjir seperti ini jangan terus terjadi. Pembangunan yang dilaksanakan jangan hanya memikirkan keuntungan materi semata, tetapi juga harus difikirkan tentang drainase nya dan daerah resapan airnya, supaya ketika musim hujan, air akan bisa mengalir. Selain itu penanganan sampah juga harus baik, supaya sampah-sampah tersebut tidak  menyumbat aliran sungai dan selokan. Hal ini dibutuhkan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat. 

Terkait dengan penanganan banjir, islam juga mempunyai cara penanganannya. Ternyata masalah banjir sudah dibahas dalam al quran.Di dalam al quran diceritakan bahwa kaum 'Ad, negeri Saba dan kaumnya nabi Nuh pernah menjadi korban banjir. Jadi kalau secara agama, banjir terjadi akibat manusia yang telah membangkang pada perintah Allah. Tetapi kalau kita lihat secara ekologis banjir dapat terjadi karena kesalahan manusia dalam memperlakukan alam sekitar. 

Maka untuk menampung air hujan, akan dibangun bendungan-bendungan. Kemudian harus ada pemetaan daerah rawan banjir serta melarang penduduk membangun pemukiman di dekat daerah tersebut. Selain itu pembangunan sungai buatan, kanal, saluran drainase yang bertujuan untuk  mengurangi penumpukan volume air dan mengalihkan aliran air juga sangat penting. 

Yang tidak kalah penting juga adalah adanya daerah-daerah tertentu untuk cagar alam. Semakin banyak pohon yang menyerap air hujan, semakin bagus. Begitu juga pemerintah harus memperketat persyaratan pembangunan pemukiman dimana pembangunan harus memperhatikan daerah resapan airnya. Bukan hanya memikirkan keuntungan materi semata. Untuk keberhasilan usaha dalam menangani masalah banjir ini diperlukan kerja sama yang sangat baik antara pemerintah dan masyarakat.

Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)