Oleh: Devi Novianti

Saat LGBT Tak Malu-malu Lagi, Siap-siap Bala Menimpa Negeri

datariau.com
1.732 view
Saat LGBT Tak Malu-malu Lagi, Siap-siap Bala Menimpa Negeri
Ilustrasi. (Foto:Int)

DATARIAU.COM - Na'uzubillah mindzalik. Itulah kalimat yang keluar dari mulut seorang muslim ketika melihat fakta saat ini. Sekitar 111 orang remaja terjangkit virus HIV, karena pola kehidupan seks bebas. Untuk kelompok usia 15 - 24 tahun kemungkinan besar akibat seks berisiko, (pekanbaru.tribunnews.com/2018/10/08). Kasus ini semakin mengkhawatirkan kalau melihat pola seks bebas yang dilakukan kaum milenial. Data dari Dinas Kesehatan Riau, sebagaimana dilaporkan Tribun Pekanbaru, juga menunjukkan pola penularan dari Gay atau Homoseksual mendominasi cara penularan HIV. Hampir dari setengah pengidap HIV/AIDS tertular melalui hubungan seks beresiko Gay.

Trend kehidupan sesama jenis ini semakin meningkat di bumi Melayu. Mereka tidak sungkan-sungkan lagi menunjukkan eksistensinya di khalayak ramai. Terbukti di kota Dumai sendiri ada banyak komunitas gay, terlebih lagi adanya group-group gay di sosmed. Dan anggotanya juga tidak sedikit, ada satu group yang memiliki anggota hampir 100 orang. Astaghfirullah.

Maraknya kehidupan sesama jenis ini, tidak terlepas dari penerimaan dari pemerintah yang melegalkan LGBT di negeri ini. Ide ini harus ditolak karena memang sangat bertentangan dengan akidah Islam. Ide ini berasal dari paham Liberalisme yang diadopsi di negeri ini. Akibat dari ide ini tentunya akan terjadi pengrusakan akidah dan akhlak umat muslim, khususnya dari kalangan remaja. LGBT adalah sebuah sarana untuk menghancurkan generasi muslim masa depan.

Alasan para remaja pelaku gay atau hubungan sejenis adalah karena faktor kesenangan seksual dan faktor ekonomi.

Faktor kesenangan seksual.

Sungguh ini bertentangan dengan fitrah manusia. Para pelaku hubungan sejenis ingin mencari sensasi kenikmatan seksual saja. Ketika hawa nafsunya menundukkan akal sehat, rasa tidak puas kepada lawan jenis, akhirnya pikiran liarnya berusaha untuk mencari kepuasan yang lainnya melalui hubungan seks sesama jenisnya. Allah telah menciptakan potensi pada diri manusia, baik itu dorongan naluri maupun jasmani. Salah satu dari dorongan naluri adalah adanya dorongan naluri melestarikan keturunan yang mana dari naluri ini muncul rasa berkasih sayang dan kecendrungan pada lawan jenis. Jelaslah bahwa Allah menciptakan rasa kasih sayang hanya kepada lawan jenis dan tujuannya hanyalah untuk melestarikan keturunan manusia. Sehingga pandangan seorang pria kepada seorang wanita merupakan pandangan untuk melestarikan keturunan, bukan pandangan kesenangan seksual semata.

Nah, bagaimana melestarikan keturunan akan diraih bila dilakukan sesama jenis? Ini jelas sudah bertentangan dengan fitrah manusia.

Faktor ekonomi

Gaya hidup remaja yang cenderung hedonis, sehingga memicu mereka untuk tetap eksis di kalangannya. Pola hidup seperti ini orientasinya selalu diarahkan pada kenikmatan, kesenangan atau menghindari perasaan-perasaan tidak enak. Manusiawi akan tetapi bukan berarti kita bisa dengan bebas dan brutal mendapatkan kesenangan, hingga menghalalkan berbagai cara demi memperoleh kesenangan.Sikap menghalalkan segala cara untuk memperoleh kesenangan telah banyak menghinggapi pola hidup para remaja saat ini.

Fenomena yang muncul, ada kecenderungan untuk lebih memilih hidup enak, mewah, dan serba berkecukupan tanpa harus bekerja keras. Titel “remaja yang gaul dan funky ” baru melekat bila mampu memenuhi standar tren saat ini. Yaitu minimal harus mempunyai android dan dandanan yang mengikuti trend saat ini. Beruntung bagi mereka yang termasuk dalam golongan berduit, sehingga dapat memenuhi semua tuntutan kriteria tersebut. Akan tetapi bagi yang tidak mampu dan ingin cepat seperti itu, pasti jalan pintaslah yang akan diambil. Tidaklah mengherankan, jika muncul pelaku gay sebagai profesi yang dianggap paling enak dan gampang menghasilkan uang untuk memenuhi syarat remaja gaul dan funky.

Akar masalah munculnya ini semua karena memang paham sekulerisme yang dianut, dimana paham ini memisahkan agama dari kehidupan. Agama hanya dalam ranah ibadah ruhiyah saja, sedangkan dalam ranah bermasyarakat agama dicampakkan. Paham ini harus ditolak oleh kaum muslim karena bertentangan dengan akidah Islam.

Solusi agar LGBT ini tidak semakin subur hanyalah dari negara yang menanamkan akidah yang kokoh di tengah masyarakat. Negara dengan kewenangannya dapat memberangus masuknya ide-ide sesat seperti LGBT ini. Solusi jangka pendek agar LGBT tidak semakin meluas, yakni dengan melakukan penyadaran di tengah masyarakat, kalangan remaja khususnya. Penyadaran bisa dilakukan dengan mengadakan kajian-kajian Islami atau membentuk rohis di sekolah-sekolah. Namun sayang seribu kali sayang, kajian-kajian dan rohis malah di awasi atau dikriminalisasi. Tindakan ini justru menyuburkan penyimpangan di kalangan remaja.

Negara harus tegas menolak paham LGBT yang bertentangan dengan akidah Islam dan mengundang murka Allah. Tentu kita tidak ingin dikatakan sebagai orang yang keji (fahisy) dan melampui batas (musrifun). Sebagaimana Allah terangkan dalam al Quran:

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ ( ) إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ ( )

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melampiaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, bahkan kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS. Al ‘Araf: 80-81).

Sungguh Allah telah membinasakan mereka akibat perbuatan keji mereka. Kaum muslimin dan selain mereka dari kalangan pemeluk agama yang ada, bersepakat bahwa homoseks termasuk dosa besar.

Hal ini ditunjukkan bagaimana Allah Subahanahu wa Ta'ala menghukum kaum Nabi Luth yang melakukan penyimpangan dengan azab yang sangat besar dan dahsyat, membalikan tanah tempat tinggal mereka, dan diakhiri hujanan batu yang membumi hanguskan mereka, sebagaimana dijelaskan dalam surat Al Hijr ayat 74:

فَجَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِنْ سِجِّيل.

“Maka kami jadikan bagian atas kota itu terbalik ke bawah dan kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras”.

Sudah saatnya kita bersatu untuk memberantas segala bentuk ide-ide sesat yang bertentangan dengan Islam. Cukuplah dengan azab yang ditujukan kepada kaum sodom di masa nabi Luth, kita ambil hikmahnya. Tentu kita tidak ingin Allah murka dengan kita yang dikarenakan oleh ulah tangan manusia itu sendiri.

Wallahu a'lam bishowab.

* Penulis merupakan seorang Pengisi Majelis Taklim dan Pemerhati Generasi.

Tag:GayLgbt
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)