Keberadaan internet dan
media sosial di zaman modern seperti sekarang membuat berbagai informasi
semakin mudah didapat. Kehidupan manusia dewasa ini tak bisa lepas dari
teknologi informasi dan teknologi khususnya internet. Manfaat internet bagi
masyarakat dunia khususnya di Indonesia memang cukup banyak dan sangat membantu
dalam kehidupan sehari-hari.
Masyarakat Indonesia tak
hanya menggunakan internet sebagai media untuk meringankan pekerjaan, tapi juga
untuk hal lain seperti bergaul atau bahkan mencari penghasilan tambahan.
Internet sebagai sumber
informasi tentang hal apapun tentu sangat membantu masyarakat. Bagi mereka yang
bekerja di bidang pendidikan, bidang literasi, atau bidang kesenian, bisa
mencari berbagai informasi dari internet. Misalnya, bila ada seorang guru atau
dosen yang akan memberi materi pelajaran dan ingin mencari informasi yang lebih
banyak, mereka bisa menggunakan internet. Tak hanya dalam hal pekerjaan,
siapapun bisa mencari informasi tentang apa saja, misal mencari artikel tentang
informasi penyakit, informasi tempat hiburan, dll.
Keberadaan internet juga bisa
mempermudah atau mempercepat suatu pekerjaan. Misalnya, ada suatu data dari
satu kantor yang harus diserahkan pada kantor lain, penyerahan ini bisa
memanfaatkan media surat elektronik (email) yang tentunya menggunakan internet.
Dalam hal pergaulan,
internet juga punya peranan yang sangat besar. Banyaknya forum dan jejaring
sosial saat ini yang bisa membantu siapa saja untuk menambah pergaulan. Ini
juga merupakan salah satu manfaat internet bagi masyarakat. Manfaat jejaring
sosial juga tak hanya menambah pergaulan, tapi juga mempererat pertemanan dan
membuat kita berlatih untuk bersosialisasi lebih baik.
Akhir-akhir ini marak
sekali tentang bisnis online. Kita bisa menjalankan sebuah bisnis di internet. Kelebihan
dari bisnis jenis ini adalah kita tidak perlu repot-repot menyewa lahan/toko
untuk berjualan. Kita hanya harus menyiapkan barang yang akan dijual,
mempromosikannya, lalu tinggal menunggu pembeli menghubungi kita. Kita bisa
menjual apa saja melalui internet, mulai dari fashion, makanan, jasa, atau
bahkan menjual rumah.
Media internet adalah
salah satu media yang sangat bagus untuk promosi. Manfaat internet yang satu
ini tak hanya berlaku bagi pebisnis online, tapi juga bagi kita yang punya toko
atau perusahaan tertentu.
Di sinilah letak manfaat
jejaring sosial yang ada di internet. Kita bisa menggunakan jejaring sosial
apapun untuk berpromosi, atau bahkan membuat situs pribadi yang memuat usaha
kita.
Manfaat internet bagi
masyarakat tak hanya terbatas pada para pebisnis, tapi juga untuk para
konsumen. Bila kita malas keluar rumah untuk belanja barang-barang tertentu, kita
bisa mencari barang yang kita inginkan lewat internet. Tinggal pesan, bayar
dengan cara yang disepakati, lalu tunggu di rumah. Sungguh sangat mudah.
Singkatnya, sangat banyak
manfaat internet bagi masyarakat. Internet memudahkan hidup. Keberadaan
internet dan media sosial membuat berbagai informasi semakin mudah didapat.
Namun karena ini pula berita palsu alias hoaks bisa beredar dengan luas dan
cepat di publik. Hoaks banyak ditemukan bertebaran di berbagai jejaring sosial,
pesan berantai yang diteruskan lewat instant messenger seperti whatsapp,
Facebook dan Twitter hingga situs yang memang sengaja memuat berita palsu.
Sejatinya, media sosial dimanfaatkan
untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan menyebarkan konten-konten positif.
Sayangnya, tidak sedikit yang memanfaatkannya untuk menyebarkan informasi yang
mengandung konten negatif dan berita bohong.
Allah SWT memerintahkan kita untuk memeriksa suatu
berita terlebih dahulu karena belum tentu semua berita itu benar dan valid.
Allah SWT berfirman, yang artinya: Wahai orang-orang yang beriman, jika datang
kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar
kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui
keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." (QS.
Al-Hujuraat [49]: 6).
Allah SWT juga
memerintahkan kita untuk memeriksa suatu berita dengan teliti, yaitu mencari
bukti-bukti kebenaran berita tersebut. Hal ini bisa dilakukan dengan menelusuri
sumber berita, atau bertanya kepada orang yang lebih mengetahui hal itu.
Rasulullah shallallahu
'alaihi wa sallam dengan tegas mengatakan: Cukuplah seseorang dikatakan sebagai
pendusta apabila dia mengatakan semua yang didengar (HR. Muslim no.7).
Dalam hadits lain
Rasulullah SAW melarang kita tergesa-gesa menyebarkan berita tersebut, karena
sikap seperti ini hanyalah berasal dari setan. Rasulullah shallallahu 'alaihi
wa sallam bersabda: Ketenangan datangnya dari Allah, sedangkan tergesa-gesa
datangnya dari setan (HR. Al-Baihaqi dalam As-Sunan Al-Kubra 10/104 dan Abu
Ya'la dalam Musnad-nya 3/1054).
Presiden Joko Widodo
(Jokowi) sempat menyampaikan keprihatinannya menyaksikan munculnya
konten-konten negatif, berita provokatif, adu domba, kabar bohong yang
akhir-akhir ini banyak sekali terlihat, yang jelas-jelas tidak mengindahkan
etika dalam menyampaikan informasi.
Bahkan dengan kepentingan
tertentu, memang sengaja disebar untuk membangkitkan rasa takut, membangkitkan
pesimisme, menebar ketakutan, menebar kecemasan, menebar kekhawatiran,
dan juga perasaan-perasaan terancam. Kata Presiden Jokowi saat menyampaikan
sambutan pada Pembukaan Konvensi Nasional Humas 4.0, di Istana Negara, Jakarta,
Senin (10/12) pagi.
Presiden menegaskan,
menghadapi hal itu, memang tidak cukup dengan regulasi dan penegakan hukum.
Yang diperlukan adalah literasi digital sehingga warga masyarakat tidak hanya
mampu menggunakan teknologi untuk informasi digital, tapi juga mampu memilih
dan memilah informasi, mampu melakukan cross-check, dan mampu
melakukan klarifikasi jika menerima sebuah informasi.
Menurut Presiden,
kemajuan teknologi informasi digital yang sangat cepat harus diimbangi dengan
standar moral dan etika yang tinggi dari penggunanya. Karena itu, Presiden
mengapresiasi konsistensi Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas)
yang selama ini terus mengusung #IndonesiaBicaraBaik.
Kepala Negara bahkan
mengaku sangat setuju dengan gerakan Indonesia Bicara Baik, yang dinilai
sebagai sebuah ajakan gerakan sosial, ajakan untuk hijrah. Ajakan
untuk hijrah dari pesimisme menuju optimisme, membangkitkan optimisme
Indonesia. Ajakan untuk hijrah dari semangat negatif ke positif, dari hoax ke
fakta, dari kemarahan-kemarahan ke kesabaran-kesabaran, dari hal-hal yang
buruk-buruk menjadi hal yang baik-baik. Hijrah dari ketertinggalan menuju ke
kemajuan.
"Kalau mau Indonesia baik, kalau mau Indonesia
maju kita membutuhkan kritik-kritik yang berbasis data tapi bukan pembodohan
atau kebohongan. Kritik yang mencerdaskan tapi bukan narasi yang menebar
pesimisme, narasi yang menakut-nakuti," tegas Presiden Jokowi.
Penulis adalah Wakil Sekretaris Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia
(Perhumas) Cabang Aceh, Pegawai di Dinas Kominfo dan Statistik Kota Banda Aceh