Drama Itu Berjudul "Dari Rakyat Untuk Rakyat"

datariau.com
974 view
Drama Itu Berjudul "Dari Rakyat Untuk Rakyat"
Ilustrasi (Foto: Internet)
DATARIAU.COM - Dari rakyat, untuk rakyat, oleh rakyat adalah semboyan para pejabat pemerintah untuk mendoktrin masyarakat yang tak paham akan alur cerita yang dimainkan oleh oknum pejabat negara. Menebar janji lalu diingkari, setelah memberi simpati dan kepercayaan akan ketetapan kebijakan, lalu tanpa rasa takut diingkari oleh oknum pemerintah. Setingan drama seperti ini telah menjadi makanan sehari-hari dalam negeri.

Masyarakat awam yang tidak sempat mengingat janji pemerintah karena sibuk dengan kerjaan sehari-hari untuk mencari sesuap nasi, mereka yang berdagang, bertani, dan nelayan. Di saat itulah oknum pemerintah memiliki kesempatan untuk memanipulasi kebijakan.

Seperti halnya pemerintah mengutamakan infrastruktur untuk memajukan ekonomi negara dan kesejahteraan rakyat. Tanpa ia sadari kenaikan iuran pajak, BPJS, bahkan sampai pada kebutuhan pokok masyarakat. Justru dengan cara seperti inilah rakyat sengsara.

Kebebasan korupsi telah dipermudah jalannya sehingga oknum pejabat di pemerintah tidak lagi memperhatikan apa yang menjadi kepentingan rakyat, justru lebih mementingkan kepentingan pribadi.

Dan pada akhirnya orang-orang miskin yang berjuang untuk hidup dan terus hidup akan sia-sia. Sebab keadilan sudah tidak dipahami lagi dalam negara. Yang miskin akan tetap miskin, dan yang kaya akan tetap kaya.

Ketidakadilan seperti inilah yang memicu lemahnya sistem pemerintahan di Indonesia. Di mana letak "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia", yang tercantum pada Pancasila ke-5, yang menjadi dasar dan pedoman hidup bagi rakyat Indonesia.

Maka dari itu terapkanlah nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam negara. Karena dari sila pertama, kita diajari untuk patuh dan taat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Yang mengajarkan tentang nilai-nilai kebaikan dan meninggalkan hal-hal yang bersifat buruk atau jahat. Jika kita takut kepada Tuhan, maka kejahatan seperti korupsi tidak akan berani kita melakukannya. (*)

Penulis: Handy Priyudha
Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan Universitas Abdurrab Pekanbaru.
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)