JAKARTA, datariau.com - Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) tidak setuju pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi pelajar diseluruh Indonesia yang saat ini masih berlangsung seiring dengan pandemi Covid-19. Apalagi rencananya pembelajaran model ini akan dijadikan permanen.
Ketua Umum Pengurus Besar PGSI Mohamad Fatah Yasin, Senin (7/7) mengatakan, rencana itu sedang disiapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan menyiapkan kurikulum pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan modul pembelajaran. Saat mendengar kabar tersebut, Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) menyatakan tidak setuju.
Karut marutnya kebijakan negara dalam sistem kapitalis untuk mengatasi wabah covid-19 membuat masalah ini semakin berlarut-larut. Hampir disetiap sektor merasakan imbasnya tanpa terkecuali sektor pendidikan. Belajar daring sejak beberapa bulan terakhir ini sejak adanya covid-19 ternyata tidak efektif karena rawan menimbulkan kebosanan pada siswa dan cenderung menurunkan tingkat produktivitas serta ketiadaan android, ekonomi yang sulit, gagap teknologi serta buruknya jaringn di daerah pedalaman menjadi masalah baru.
Seharusnya negara serius dalam membasmi virus covid-19 agar virus itu menghilang selamanya dengan cara yang telah diajarkan oleh Nabi Shallallahu alaihi wa sallam sallam wa sallam, yang artinya adalah, "Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada didaerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya," (HR. Bukhari & Muslim) metode lockdown.
Karena bukan kali ini saja dunia ditimpa pandemi pada masa dahulu pun tak terkecuali ketika masa para sahabat juga ada pandemi. Namun mereka berhasil melenyapkan wabah dengan metode lockdown tersebut dan dunia kembali aman tanpa wabah.
Tapi apalah daya alih-alih negara melindungi rakyatnya dari wabah namun dengan sifat kapitalisme yang menjadi watak pemimpin saat ini sehingga mereka lebih mementingkan ekonomi daripada nyawa dan pendidikan rakyatnya
padahal rakyat adalah amanah bagi seorang pemimpin yang mana pemimpin akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam sallam wa sallam sendiri bersabda dalam sebuah hadits yang sangat terkenal, ?Setiap dari kalian adalah pemimpin, dan setiap dari kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya?.
Nah dalam Islam kepemimpinan Islam negara wajib mengatur semua aspek yang berkenaan dengan sistem pendidikan yang akan diterapkan. Bukan hanya persoalan yang berkaitan dengan kurikulum, metode pengajaran, dan bahan-bahan ajarnya, tetapi juga mengupayakan agar pendidikan dapat diperoleh rakyat secara mudah meskipun pada masa pandemi. (*)
Wallahu a'lam bisshowab