Oleh: Zulkarnaen, S.Sn

Apresiasi Untuk Seniman Muda Riau: Sempena Pertunjukan di Dumai Ekspo 2018

datariau.com
1.537 view
Apresiasi Untuk Seniman Muda Riau: Sempena Pertunjukan di Dumai Ekspo 2018
Foto: Ist.

DATARIAU.COM - Musik pengiring yang melekat disetiap penampilan pertunjukan Dumai Ekspo 2018 tepatnya HUT ke-19 Kota Dumai menjadi simbol dan tanda bagi kehebatan suatu kegiatan di Dumai Ekspo. Penulis menyaksikan langsung secara berturut-turut sejak tanggal 30 April 2018 – 1 Mei 2018, pukul 20.00-24.00, di Taman Bukit Gelanggang Kota Dumai. Kehebatan musik yang masuk ke jiwa pendengar menggugah pendengar dan penikmat musik juga penikmat pertunjukan. Seperti itu pula yang disampaikan oleh Alfarabi tokoh filsuf dan musik dari Timur Tengah mengatakan musik yang mampu menggugah jiwa pendengar. Soal Alfarabi anda bisa lihat pada buku Sejarah Estetika karya Suryajaya, tahun 2016 dan berbagai sumber lainnya.

Musik yang hebat itu telah disertakan jenis timbre musik dari berbagai instrumen musik. Sebut saja gitar, akordion, bas, gambus, bebano, kompang, dan drumset. Semua instrumen musik tersebut dapat dimainkan dengan baik oleh pemain musik yang tampil. Begitu pula dengan vokal, suara mereka cukup dapat dinikmati, hingga pada lagu yang melo penulis dapat merasakan sentuhan nada yang merintih, dan ketika lagu kocak, berkesan gembira, badan Penulis pun bergoyang.

Sebagai seni pertunjukan, Penulis merasakan terdapat penampilan yang perlu dievaluasi, meskipun yang membawakan pertunjukan pada umumya dibawakan oleh Siswa SMP dan SMA, tentu perlu diapresiasi dan dikritisi. Seperti tari, dan teater. Tari pada umumnya banyak yang kurang ‘menghentak’ disaat tempo musik cepat dan musik penuh power. Pada saat musik lembut, gerakan tari tak dapat pula dirasakan mendayu.

Hal ini dikatakan oleh Dr. Asril pakar Seni Pertunjukan Indonesia, dalam kuliah S2 yang disampaikannya tahun 2017, ISI Padangpanjang,  penulis ingat bahwa, setiap penampilan di panggung, apapun jenis panggungnya baik tertutup maupun terbuka, hendaknya penampilan itu dapat dirasakan oleh penonton, ada nilai menghibur atau ada nilai akademik seni di dalamnya.

Begitu pula yang disampaikan Prof. Dr. Sumandiyo Hadi baik dalam perkuliahan Pascasarjana ISI Padangpanjang tahun 2017 maupun dalam bukunya Koreografi tahun 2012, jelas mengatakan harus ada keunikan dalam garapan dan mengacu kepada teknik serta isi baik dalam konsep postmodern ataupun kreasi baru. Ini artinya para penari harus dilatih dengan baik oleh koreografer. Kesungguhan para koregrafer dalam menggarap karya untuk dijadikan konsumsi tontonan perlu dipikirkan dan dilakukan. Satu lagi, jangan lupa bahwa konteks sebagai tema isi cerita perlu diperhatikan sehingga penari memahami terlebih dahulu ceritanya apa, baru kemudian ditarikan.

Berlanjut pada teater yang diperankan oleh Siswa SMP dan SMA. Ide penampilan teater menarik seperti kisah Kota Dumai dalam tema Putri Tujuh, oleh sanggar yang diperankan  siswa salah satu SMP Kota Dumai. Kemudian teater tentang Parit Gantung yang diperankan Siswa salah satu SMA di Kota Dumai. Ide bagus, tema bagus, tinggal perannya yang perlu ditingkatkan, agar enak dinikmati.

Seperti yang dikatakan Dr. Yusril (Katil) kurator teater Indonesia dan aktor Film Surau dan Silek yang booming, bahwa teater untuk anak-anak itu tak perlu rumit, teater harus menyenangkan namun tidak meninggalkan teknik penjiwaan.  Penjiwaan, saat sedih, marah, senang dan bahagia pada pertunjukan teater, Katil mengatakan saat ini kecenderungan orang Indonesia memang tercurah pada film, yang terkesan sangat ringan tidak seperti teater. Meskipun demikian bukan berarti sulit dipelajari.

Tontonan yang ditaja oleh panitia Dumai Ekspo 2018 secara keseluruhan asyik dan menghibur, penulis sebagai warga Dumai tentu berterimakasih dan apresiasi tinggi kepada adek-adek, anak-anak yang mau tampil secara maksimal dan berharap tetap konsisten sebagai seniman muda yang terus berkarya, karena dengan konsisten, karya akan bertransformasi menuju kesesuaian zaman yang selalu dinantikan saat ditonton. Begitu pula kepada pelatih, dengan segala kekurangan dapat menghadirkan yang maksimal buat masyarakat Kota Dumai khususnya masyarakat pencinta seni budaya. Jayalah seni budaya Riau, Kota Dumai yang kita cintai, hingga akhirnya seni budaya yang diperankan anak muda Kota Dumai menjadi aset pariwisata Indonesia, dan memajukan roda perekonomian khsusnya Kota Dumai bagi masyarakatnya.

* Penulis adalah Mahasiswa S2 ISI Padangpanjang, warga, guru, dan PNS Kota Dumai.

Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Tag:Seniman
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)