"No Kings" dan Krisis Amerika: Isyarat Pergeseran Ideologi Dunia

Oleh: Indah Sari Harahap, S.H
datariau.com
260 view
"No Kings" dan Krisis Amerika: Isyarat Pergeseran Ideologi Dunia
Ilustrasi (Foto: Britannica)

Kerapuhan Kapitalisme dan Urgensi Alternatif Ideologi

Kondisi ini semakin menegaskan bahwa kapitalisme sekuler bukan hanya mengalami krisis kepercayaan, tetapi juga krisis kemampuan dalam mengatur urusan manusia secara adil dan berkelanjutan.

Fakta meningkatnya utang nasional Amerika Serikat menjadi indikator nyata rapuhnya sistem tersebut. Pada Maret 2026, utang nasional AS dilaporkan menembus lebih dari US$39 triliun. Jika dibebankan kepada setiap warga negara, nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp1,93 miliar per orang.

Lebih mendasar lagi, problem ini bersumber dari asas ideologis yang cacat. Dalam kitab Nizhamul Islam, Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani menjelaskan bahwa setiap aturan yang tidak bersumber dari wahyu Allah akan melahirkan kerusakan, kesengsaraan, dan perpecahan.

Allah Subahanahu wa Ta'ala berfirman: "Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? Dan hukum siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?" (QS. Al-Ma’idah: 50)

Allah Ta'ala juga berfirman: “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Dan Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai untuk mereka, dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan, menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Dan barang siapa tetap kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS. An-Nur: 55)

Rasulullah ﷺ bersabda: "Kemudian akan ada Khilafah yang berjalan di atas manhaj kenabian." (HR. Ahmad)

Arah Baru Peradaban


Dengan demikian, di tengah rapuhnya kapitalisme global, umat Islam tidak seharusnya hanya menjadi penonton. Umat perlu disadarkan bahwa hegemoni kapitalisme dan demokrasi telah banyak melahirkan ketimpangan dan kerusakan dalam tatanan global.

Kesadaran politik umat harus terus dibangun, disertai edukasi tentang sistem Islam dan kepemimpinan Islam sebagai solusi hakiki. Momentum krisis ini sejatinya menjadi titik balik bagi dunia untuk meninjau ulang arah peradaban.

Di tengah kegagalan sistem yang ada, Islam hadir bukan sekedar sebagai alternatif, melainkan solusi yang bersumber dari wahyu Allah Subhanahu wa ta'ala Zat Yang Maha Mengetahui kebutuhan manusia secara menyeluruh. Wallahu a'lam bishawab. ***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)