Sekjen Aliansi Jurnalis Online Indonesia Natuna,Kritik BLH Minim Pengawasan

Datariau.com
760 view
Sekjen Aliansi Jurnalis Online Indonesia Natuna,Kritik BLH Minim Pengawasan
Yudas
Limbah B3 Saat di temui Di TKP

NATUNA,DATARIAU.COM - Setiap limbah B3 harus diidentifikasi dan dilakukan uji analisis kandungan guna menetapkan prosedur yang tepat dalam pengolahan limbah tersebut. Setelah uji analisis kandungan dilaksanakan, barulah dapat ditentukan metode yang tepat guna pengolahan limbah tersebut sesuai dengan karakteristik dan kandungan limbah.

 

Anehnya Limbah B3 yg berbahanya Bagi Lingkungan Hidup Berceceran Di TPA Sebayar Kabupaten Natuna,Entah Siapa yg punya Yg jelas Badan Lingkungan Hidup Natuna Minim Pengawasan.Ungkap Arizki Fil Bahri Seketaris Aliansi Jurnalis Online Indonesia Natuna Hari ini (27-2-2018).
 


Seharusnya kalau Sesuai Regulasi Perlakuan limbah B3 untuk pengolahan dapat dilakukan dengan:

 

1.proses secara kimia, meliputi: redoks, elektrolisa, netralisasi, pengendapan, stabilisasi, adsorpsi, penukaran ion dan pirolisa.

 

2.proses secara fisika, meliputi: pembersihan gas, pemisahan cairan dan penyisihan komponen-komponen spesifik dengan metode kristalisasi, dialisa, osmosis balik, dll.

 

3.proses stabilisas/solidifikasi, dengan tujuan untuk mengurangi potensi racun dan kandungan limbah B3 dengan cara membatasi daya larut, penyebaran, dan daya racun sebelum limbah dibuang ke tempat penimbunan akhir

 

4.proses insinerasi, dengan cara melakukan pembakaran materi limbah menggunakan alat khusus insinerator dengan efisiensi pembakaran harus mencapai 99,99% atau lebih. Artinya, jika suatu materi limbah B3 ingin dibakar (insinerasi) dengan berat 100 kg, maka abu sisa pembakaran tidak boleh melebihi 0,01 kg atau 10 gr

 

Tidak keseluruhan proses harus dilakukan terhadap satu jenis limbah B3, tetapi proses dipilih berdasarkan cara terbaik melakukan pengolahan sesuai dengan jenis dan materi limbah.

 

Menurut saya dengan temuan Limbah Tersebut tentu jelas yg membuang tentu tak mempunyai Alat Insinerator.Lalu timbul Pertanyaan hari ini di Natuna Untuk kepunyaan Insineratornya hanya dimiliki siapa.Setahu saya itu Hanya Ada Di RSUD Natuna Ungkap Arizki Sekejend Ajo Indo Natuna.

 

"Menurut Pandangan Saya dengan Kejadian Seperti Ini sudah Seharusnya Badan Lingkungan Hidup Natuna Bekerja Secara Maksimal Siapa Oknum yg berani Melnggar Regulasi Yg tak seharusnya tak dilakukan karena bisa mengakibatkan Lingkungan Tercemar.Ini Alat-Alat Medis Tentu kepunyaannya Orang-Orang Medis Seperti Puskesmas,Klinik Kesehatan dan Rumah Sakit," Pungkas Arizki Fil Bahri Seketaris Aliansi Jurnalis Online Indonesia Natuna.

Penulis
: Yudas
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
Tag:Limbah