NATUNA, DATARIAU.COM - Pada hari Rabu tanggal 17 Januari 2018 pukul 09.00 wib s/d 12.00 wib bertempat di Ruang Rapat Satintelkam Polres Natuna telah dilaksanakan Rapat Satgas Pangan Kab. Natuna dalam rangka Monitoring Stabilitas harga bahan pokok yang dipimpin oleh Kabag Sumda Polres Natuna Kompol Zuljufri sebagai Pembuka Acara terlaksananya RAKOR didampingi oleh Kasat Reskrim Polres Natuna AKP Edi Wiyanto, SH.MH, Bripka Harianto Gultom dan diikuti oleh Kabid Peternakan Akmal Dusky, Dinas Kesehatan Desy Anyanti, Dinas Ketahanan Pangan Agus Budiyanto, Kasi PDN M. Maksum, Kabid Penegak Perda Wendryadi, Sos, Kasinlog Bulog Ranai Ruyun Rajab, Staf Kansilog Andi Andreas, Apindo Natuna Nofi Lan , Staf Gudang Sembako Sejahtera Yanto Kabid Penegak Perda.
Adapun hasil rapat sebagai berikut:
Sesuai Paparan Kasat Reskrim Polres Natuna
1. Menjalin kerjasama antara Polri dengan Stakeholder di wilkum Polres Natuna dalam mengantisipasi langkanya dan meningkatnya harga bahan pokok maupun komoditas lainnya.
2.Lakukan pemeriksaan Laboratorium bekerja sama dengan Dinas Pertanian Setempat dan Koordinasi dengan Dinas terkait dan ahli untuk menjelaskan aturan label dan kemasan.
3.Penindakan terhadap bahan pokok harus dimulai dengan penyelidikan yang matang sehingga tidak menimbulkan permasalahan baru, lakukan pengawasan terhadap pelaku usaha dilapangan agar tidak melakukan penyimpangan, apabila terdapat komplain segera lakukan Klarifikasi dan jelaskan kepada pihak terkait. Selanjutnya
Penyampaian Dinas Peternakan Kab. Natuna sbb:
a. Harga khususnya untuk telur ayam tergantung situasi dan cuaca disebabkan pemasokan telur diambil dari luar daerah dan harga telur ayam distributor dijual Rp. 46.000 perpapan sedangkan sedangkan penjualan di pasaran mencapai Rp. 50.000 perpapan dikarenakan disaat telur ayam tersebut tiba ke Kab. Natuna banyak yang pecah.
b. Untuk ayam Dinas Peternakan tidak bisa menyamakan harga dengan Daerah Tanjung Pinang dikarenakan untuk ayam potong diambil dari luar daerah dipasaran dijual dengan harga Mencapai Rp. 40.000/ekor . Untuk membantu menyamakan harga untuk ayam beku bisa angkut dengan menggunakan Kapal Tol Laut diperkirakan harga lebih murah mencapai Rp. 33.000/ ekor
c. Daging sapi untuk saat ini harga masih setabil dan untuk stok daging sapi masih tercukupi.
d. Untuk hasil Laboratorium dari Provinsi untuk Kab. Natuna untuk pangan banyak yang Negatif , dan di harapkan untuk Pulau Tiga menjaga kebersihan pangan supaya tidak terjadinya peningkatan diare dilingkungan Masyarakat.
Penyampaian Dinas Perindustrian dan Perdagangan sbb :
a. Untuk masalah harga telur yang meningkat naik dikarenakan transportasi ke Kab. Natuna terlalu jauh yang dapat menyebabkan telur tersebut banyak yang pecah diperjalanan dikarenakan ombak yang masih tinggi.
b. Setelah sampai di pelabuhan penagih pedagang banyak yang mengeluh dikarenakan untuk bongkar muat barang sangatlah lama dan tidak menutup kemungkinan telur tersebut akan membusuk.
Penyampaian Dinas Ketahanan Pangan sbb:
a. Untuk transportasi diharapkan untuk melibatkan Dinas Perhubungan supaya kita bisa tau tentang Transportasi yang mudah untuk pangan masuk ke Kab. Natuna
b. Disarankan melakukan mapping di setiap penjual sembako untuk bisa mendata distributor yang berada di Kab. Natuna.
c. Untuk Dinas terkait untuk bisa saling memberi tahu kandungan untuk bahan makanan yang berbahaya supaya dilapangan kita tidak bingung lagi untuk mengecek stok sembako di Kab. Natuna.
Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna
a. sebelum makanan tersebut diedarkan terlebih dahulu di resmikan oleh BPOM dan makanan tersebut telah di jamin untuk izin edarnya.
b. Dinas Kesehatan juga bekerja sama dengan BPOM turun kelapangan untuk melakukan pengecekan makanan maupun sembako , untuk makanan produk rumah tangga harus pun ada izin maupun dari Dinas Kesehatan ataupun BPOM.
Selanjutnya Dari Apindo Natuna
a. Disetiap tahun untuk harga pangan seperti telur di tanjung pinang mencapai harga Rp. 200.000 / perikat sedangkan untuk ayam dikarenakan di musim utara suhu udara sangat dingin dan menyebabkan ayam tersebut banyak mati kedinginan.
b. Untuk beras di Distributor Jakarta harga Rp. 12.000 perkilo belum untuk transportasi dari jakarta dan buruh yang menyebabkan harga beras di Kab. Natuna melonjak tinggi , sedangkan untuk gula sampai saat ini masih standar.
c. Untuk masalah pembongkaran dipelabuhan penagih lagi adanya perbaikan jembatan dan Kapal barang tersebut masih mengantri dan cuaca pun kurang mendukung untuk membongkar muat dipelabuhan Penagih.
d. Pedagang mengharapkan Kapal tol laut sandar di penagih karena dari selatlampa ongkos masih di bilang mahal.
Bulog menyampaikan
a. Menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga pangan pada tingkat konsumen dan produsen untuk jenis pangan pokok Beras , Jagung dan Kedelai.
b. Untuk stok beras Medium di Kota Ranai sangat tipis karena pasokan yang sedikit, mayoritas beras yang beredar dipasar hanya beras Premium.
c. Penyebab kelangkaan dan kenaikan harga beras karena faktor cuaca Extrim.
d. Adanya monitoring harga, pasokan dan Distribusi dari Instansi terkait dan Satgas Pangan Kab. Natuna secara kontinyu.
e. Kapal Tol Laut sandar di Pelabuhan Penagih tarif angkutan darat yang tinggi dari Selat Lampa, muatan Prioritas Sembako untuk Kapal Tol Laut, harusnya adanya Pembinaan dari Otoritas Pelabuhan kepada SPSI/TKBM Pelabuhan Penagih Khususnya tentang tarif dan jam kerja.
Jumlah yang hadir 16 orang, selama kegiatan berlangsung aman dan terkendali.