Warga Sudah Begadang Menjaga Jalan, Pemerintah Inhu Masih Tidak Ada Tanggapan

datariau.com
2.102 view
Warga Sudah Begadang Menjaga Jalan, Pemerintah Inhu Masih Tidak Ada Tanggapan
Heri
Warga yang berjaga 24 jam agar truk tidak melewati Jalan Kongsimpat.

RENGAT, datariau.com - Terkait warga Kelurahan Tanah Merah yang sedang melakukan pengalihan mobil truk bermuatan agar tidak melintas di jalan Raya Kongsimpat guna mencegah agar aspal tidak lebih parah hancur, warga sangat sesalkan hingga kini pemerintah tak kunjung tanggap atas kejadian tersebut.

Hal ini dibuktikan sudah dua hari warga begadang berjaga 24 jam melakukan pengalihan kendaraan truk bermuatan, tidak ada satu pun dari pemerintah kecamatan setempat maupun Pemda Inhu atau dinas terkait turun ke lokasi untuk mencarikan solusi.

"Pemerintah bukan hanya kabupaten, tapi desa, kelurahan dan kecamatan, jadi mereka harus mengawasi dan menjaga aset negara. Kita selaku warga sangat kecewa sekali karena hingga kini tidak ada upayanya pemerintah setempat untuk menyelamatkan aset ini. Karena begini, pengalaman di zaman Bupati Inhu Rukiyat Saifudin pada tahun 1980-an, ini pernah diaspal, lalu rusak karena dilewati mobil berat," kata Hatta Munir, warga yang berjaga, kepada datariau.com, Selasa (17/10/2017).

Dilanjutkannya, saat itu salah satu warga atas nama Harahap yang merupakan Anggota Polisi melaporkan ke Bupati, menurut Bupati Rukiyat jalan itu adalah milik masyarakat, jadi kalau jalan ingin bertahan lama sama-sama dirawat dan dijaga, lalu Bupati Rukiyat perintakan dinas terkait untuk segera pasang portal.

"Baru-baru pertama kalinya jalan raya Kongsimpat ini di aspal," terang Hatta Munir saat membantu warga Tanah Merah mengalihkan kendaraan truk bermuatan di simpang SMAN 1 Pasir Penyu.

"Seingat saya, sejak tahun 80-an jalan raya Kongsimpat baru 3 kali ini dilakukan pengaspalan. Karena pengaspalan ini sudah habis masa perawatannya, maka sekarang tanggung jawab kita selaku masyarakat untuk menjaga dan merawatnya. Harapan kita Bupati Inhu yang sekarang dan dinas terkait dapat melakukan perbuatan yang sama, seperti Bupati Rukiyat, agar jalan raya Kongsimpat ini tidak hancur. Namun kenyataan baru beberapa hari saja aspal jalan Kongsimpat sudah hancur," ulasnya.

Selain disebabkan karena mobil truk bermuatan yang menghancurkan aspal jalan raya Kongsimpat, lanjutnya, kuat juga dugaan hancur aspal jalan Kongsimpat ini karena galian pipa PDAM belum lama ini. "Karena galian pipa tidak jauh dari pada sisi aspal dan penimbunan juga tidak padat. Saat ini ada beberapa titik aspal yang sudah hancur, padahal untuk pengaspalan ini habiskan Rp7 miliar lebih," terangnya lagi.

"Tidak mungkin pemerintah dapat memperbaiki dalam waktu dekat ini, apalagi dengan kondisi keuangan sekarang ini," kata Hatta Munir melanjutkan.

"Kita sangat kecewa sekali kalau pemerintahan dari desa, kelurahan dan kecamatan yang sama sekali tidak perhatian dengan adanya masyarakat yang sedang mengalihkan kendaraan truk bermuatan, sementara waktu masyarakat sudah membantu pemerintah untuk menjaga aset negara," pungkas Hatta Munir.

Sementara terkait persoalan ini, Pemerintah Inhu belum satu pun yang berhasil dikonfirmasi, tim masih melakukan upaya konfirmasi untuk menanggapi terkait permintaan warga ini.

Penulis
: Heri
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)