Terungkap, Sebagian Penghuni Ruli Berjualan di Pinggir Jalan Perbatasan Riau-Sumut Sudah Memiliki Tanah dan Rumah

datariau.com
1.415 view
Terungkap, Sebagian Penghuni Ruli Berjualan di Pinggir Jalan Perbatasan Riau-Sumut Sudah Memiliki Tanah dan Rumah
Camat Bagan Sinembah, Sakinah SSTP MSi.
BAGANBATU, datariau.com - Camat Bagan Sinembah, Sakinah SSTP MSi mengatakan, bahwa sebagian penghuni rumah liar di Jalan Lintas Riau-Sumut sudah memiliki rumah dan tanah, bahkan mereka memiliki kendaraan mobil dan lainya.

"Bisa dicek satu persatu warga yang tinggal di Jalan Lintas Riau-Sumut itu. Sebagian mereka itu sudah ada memiliki rumah, jadi tidak semuanya yang tinggal warga miskin dan tak mampu," kata Camat Bagan Sinembah Sakinah SSTP MSi kepada Datariau.com di Baganbatu baru-baru ini.

Lanjut Sakinah, rata-rata mereka sudah punya rumah dan mereka puluhan tahun disana tinggal menyewa dan beli lahan tapak di DMJ Lintas Riau-Sumut dari mulai harga ratusan ribu hingga jutaan.

"Sebenarnya mereka sudah tahu salah tinggal di DMJ. Namun ada sebagian tak terima ketika Upika melakukan pengusuran dan sebagian mereka ada pula yang paham dan bongkar sendiri bangunanya," kata camat.

Sewaktu sosialisasi di Desa Bagan Menunggal, kepada penghuni rumah liar maupun warung remang ditanyakan oleh Koramil pada saat itu, jika ada izin kepemilikan lahan yang ditempati saat ini tunjukan sama Upika.

"Tapi satupun mereka tak ada yang menunjukan kepemilikan tempat tinggal mereka itu," kata Sakinah.

Menurut camat, hasil data yang ia dapat, penghuni warung remang maupun ruli mereka sangup bayar sewa tanah dan rumah hingga mulai ratusan ribu sampai jutaan.

"Jika sangup bayar sewa rumah dan tanah apa salahnya beli tapak rumah. Kan di Bagan Batu ini banyak lahan kavlingan dan harga terjangkau dan aman tidak akan ada digusur. Jadi jangan salahkan kita ketika ada penertiban seperti ini," tegasnya.

Camat menegaskan, bahwa ia tidak ingin Kecamatan Bagan Sinembah kumuh. Apalagi adanya warung remang di pingir jalan yang menyuguhkan wanita berpakaian tidak senonoh.

"Lihat di KM5 Bahtera Makmur sana, bangunnya terus bertambah jika tidak segera kita tertibkan. Malu rasanya kita dilihat orang luar ketika melintas udah disajikan wanita seksi di pingir jalan. Jadi dalam hal ini tidak ada lagi namanya razia, dah berapa kali dilakukan razia namun nggak ada efek jeranya," pungkasnya.
Penulis
: Samsul
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)