BAGANSINEMBAH, datariau.com - Sudah tiga hari Unsur Pimpinan Kecamatan (Upika) Bagan Sinembah melakukan pengusuran rumah liar (Ruli) sepanjang Jalan Lintas Riau-Sumut dari mulai KM 5 Bahtera Makmur hingga KM 1 Bagan Batu Kota, Kecamatan Bagan Sinembah, Rokan Hilir dengan mengunakan alat berat.
Berdasarkan data dirangkum Datariau.com di lapangan menyebutkan bahwa sebelum dilakukan eksekusi oleh Upika Kecamatan Bagan Sinembah, jauh-jauh hari telah dihimbau dan diperingatkan agar pemilik rumah liar di DMJ sepanjang Jalan Lintas Riau-Sumut di kiri dan kanan jalan untuk dapat membongkar sendiri rumah atau tempat berjualannya.
Namun, hanya sebagian saja pedagang yang membongkar tempat dagangan tersebut, saat pada tanggal tengang waktu himbauan ini, Upika melakukan eksekusi dengan meratakan warung, rumah dan lain sebagainya rata dengan tanah.
Pada hari pertama, Senin 6 November 2017 hingga di hari ketiga, Rabu 8 November 2017, pihak masyarakat korban dari pengusuran tersebut tidak ada melakukan perlawanan apapun.
Selama proses pengusuran oleh Upika Kecamatan Bagan Sinembah semua berjalan tertib dan lancar. Sedangan di lapangan, tampak anggota TNI, Polri, Ormas, Satpol PP dan sejumlah staf dan pegawai Kecamatan Bagan Sinembah ikut dalam pengamanan selama eksekusi rumah liar tersebut.
Di lokasi pengusuran, Camat Bagan Sinembah Sakinah SSTP MSI didampingi Koramil Bagan Sinembah memimpin pengusuran tersebut. Tampak sesekali Camat bersama Upika berdialog dengan warga sambil menjelaskan tujuan dalam pengusuran rumah liar di DMJ itu yakni untuk keselamatan masyarakat yang menghuni rumah liar juga untuk keindahan dan ketertiban daerah.

Sementara itu, korban pengusuran tahap kedua ini mengatakan, mereka ingin pengusuran rumah liar ini jangan ada tebang pilih dan harus merata, dari mulai perbatasan Riau dengan Sumut sampai perbatasan dengan Kecamatan Balai Jaya.
"Selagi itu rumah berdiri di DMJ bongkar semua, kami mendukung pengusaran ini tapi merata dan jangan ada anak tiri dan kandung, termasuk di Bagan Batu Kota sana banyak bangunan teras pemilik toko melewati trotoar jalan Jenderal Sudirman Baganbatu," pinta salah satu korban pengusuran rumah liar, Jefri kepada Datariau.com, Rabu (8/11/2017).
Lanjut Jefri, di kiri jalan dari arah Pekanbaru-Medan masih banyak bangunan belum dibongkar oleh Upika Kecamatan Bagan Sinembah.
"Kami lihat banyak bangunan di sebelah kiri itu bangunan permanen dan teras knopi banyak kena di DMJ, untuk itu mohon dibongkar juga. Jadi jangan hanya di sebelah kanan Jalan Lintas Riau-Sumut saja diratakan, mengingat bangunannya banyak terbuat dari dinding bambu dan papan kayu," pungkasnya.
Namun di lapangan belum bisa pihak Camat maupun Upika Kecamatan untuk dimintai keterangannya, tim Redaksi Datariau.com terus mencoba melakukan konfirmasi kepada Camat dan pihak Upika Kecamatan Bagan Sinembah atas penggusuran ini dan permintaan korban penggusuran terkait ruko yang juga masuk DMJ.