Sebelum Aksi Bakar-bakaran, Kafe Diduga Lokasi Prostitusi di Jalan Elak Inhu Diminta Ditutup

datariau.com
2.191 view
Sebelum Aksi Bakar-bakaran, Kafe Diduga Lokasi Prostitusi di Jalan Elak Inhu Diminta Ditutup
Heri
Lurah dan Bhabinkamtibmas saat melakukan pertemuan dengan pemilik kafe beberapa waktu lalu.

RENGAT, datariau.com - Tempat hiburan malam karaoke atau kafe diduga menjadi tempat prostitusi di Jalan Elak membuat masyarakat resah terutama kaum ibu-ibu. Sebab, di kafe diduga menjual minuman keras beralkohol serta menyediakan wanita penghibur.

"Sebelum warga bertindak membakar tempat itu, diminta aparat pemerintahan, kepolisian atau instansi maupun intitusi lainnya untuk dapat segera menutup kafe yang disinyalis menyediakan tempat prostitusi di Jalan Elak Kelurahan Tanah Merah Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Inhu," kata beberapa warga Tanah Merah setempat dan juga ibu-ibu pengajian kepada datariai.com, Kamis (30/3/2017).

"Kami berharap pemerintah kecamatan maupun pemerintah keluraan dan instansi atau intitusi terkait dapat segera menutup total kafe di Jalan Elak itu sebelum nanti warga yang menutup dengan cara paksa, yakni dengan cara membakar," tegas warga yang meminta namanya tidak perlu ditulis.

Sebab, katanya, keberada kafe tersebut sudah sangat meresahkan warga Tanah Merah, selain tempat karaoke, di kafe tersebut juga diduga menjadi tempat prostitusi diduga juga tempat transaksi dan pengunan narkoba. "Karena kalau sudah tengah malam di jam-jam 23.00 keatas terdengar suara musik dengan suara sangat kuat," ceritanya.

Terpisah, salah seorang ibu-ibu mengatakan, bahwa pihaknya dari ibu-ibu pengajian Kelurahan Tanah Merah siap turun menutup kafe itu dengan cara paksa, bila pemilik kafe tidak mau menutup, setelah pihak-pihak terkait seperti Camat, Lurah, Polsek dan Koramil sudah meminta tapi tidak juga dihindakan.

"Maka kami ibu-ibu pengajian yang akan menutup paksa," katanya.

"Sejak berdirinya kafe di Jalan Elak sudah sangat meresakan kami sebagai kaum ibu-ibu, pertama kita takut suami dan anak kita terpengaruh dengan hal-hala yang dilarang oleh agama Islam maupun agama lainnya," lanjutnya.

"Kami berharap seperti Camat, Lurah, Polisi, Koramil, Bhabinkamtibmas, Banisa dan perangkat kelurahan untuk dapat segera menutup tempat prostitusi. Masa iya pemerintah kalah dengan satu orang pemilik kafe yang ilegal tanpa ada kantongi izin apapun, sedangkan yang berizin bila usahnya melenceng dari izin yang dimiliki bisa ditutup juga itu," katanya.

Sebelumnya, Lurah Tanah Merah Arifindi Ssos belum lama ini mengaku telah turun ke kafe yang disebut sebagai tempat prostitusi sebagaimana yang dihebohkan warga.

"Ya, tadi siang kita bersama Bhabinkamtibmas, Kasi Pelum dan dua orang personil Anggota Satpol PP mendatangi kafe yang berada di Jalan Elak. Pemilik kafe sudah kita berikan peringatkan keras," sebut Lurah Tanah Merah Arifindi Ssos saat dikonfirmasi datariau.com melalui selulernya, Senin (9/1/2017) lalu.

Salah satu peringatannya, di kafe tersebut tidak boleh menggunakan narkoba, tidak boleh menjual minuman keras dan para anggota tidak dibolehkan menggunakan pakaian seksi. "Selain itu juga tadi kita tegaskan terhadap pemilik kafe agar di kafe tersebut tidak dijadikan tempat mesum atau prostitusi. Apabila mereka melanggar peraturan tersebut, maka kafe tersebut akan kita tutup," janji Lurah Tanah Merah.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Tanah Merah Bripka Hanif Ashar saat dikonfirmasi membenarkan adanya kunjungan ke kafe yang selama ini meresahkan masyarakat.

"Benar tadi siang sekitar pukul 11.30 Wib bersama pak lurah meninjau kafe di jalan Elak. Dari hasil tinjauan, pak Lurah sudah peringati pemilik kafe dengan tegas agar tidak menggunakan narkoba, jual miras dan lainnya, dan pak Lurah juga tadi minta para anggota yang berkerja di kafe agar segera melaporkan ke RT, RW dan KL setempat," ulasnya.

"Perempuan yang berkerja di Kafe itu ada 5 orang dari luar daerah dan kuat dugaan mereka sampai saat ini belum ada melapor ke RT, RW maupun KL," pungkasnya.

Penulis
: Heri
Editor
: Izar
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)