Sampah Masih Menumpuk di Jalan Kubang Raya Desa Tarai Bangun Kampar Tanpa Solusi

datariau.com
2.430 view
Sampah Masih Menumpuk di Jalan Kubang Raya Desa Tarai Bangun Kampar Tanpa Solusi
Nova Rinaldo
Tumpukan sampah di Jalan Kubang Raya tepatnya di Desa Tarai Bangun semakin hari semakin menggunung dan bertambah jumlahnya.

TAMBANG, datariau.com - Pesatnya perkembamgan penduduk di wilayah kecamatan Tambang, khususnya desa Tarai Bangun, desa Kualu dan desa Teluk Kenidai yang berbatasan langsung dengan kota Pekanbaru, ternyata membawa dampak terhadap lingkungan dan kesehatan, sampah menumpuk dan berserakan di tepi jalan Kubang Raya.

Keberadaan sampah itu dari hari ke hari bukannya berkurang, tapi malah semakin menumpuk dan berserakan pada titik-titik baru di sepanjang jalan Kubang Raya.

Menurut Sukrihalim (45 th), warga desa Tarai Bangun kepada datariau.com, Sabtu (10/9/2016) mengatakan bahwa masalah sampah saat ini sudah sangat mengkhawatirkan, karena hampir di sepanjang jalan Kubang Raya sampah berserakan, yang akan menimbulkan penyakit bagi masyarakat sekitarnya.

"Mereka membuang sampah bukan hanya di pinggir jalan saja, tetapi juga di dalam parit, selokan dan tanah kosong warga," ujarnya.

Menurut Sukrihalim, sebelum adanya kompleks perumahan di daerah ini, sampah tidak ada yang berserakan di pinggir jalan, selokan atau tanah warga, namun setelah ada perumahan, sampah berserakan di mana-mana.

"Hal ini tidak terlepas dari tanggungjawab pemerintah dalam mengeluarkan izin perumahan. Apakah mereka tidak memikirkan bagaimana dengan sampah yang dihasilkan oleh perumahan, daerah aliran sungai yang dipersempit arealnya karena dibangun perumahan," kata Sukrihalim.

Tampaknya, kata Sukrihalim, pemkab Kampar terlalu mudah mengeluarkan izin perumahan tanpa melihat langsung kondisi lapangan, sampah yang berserakan di jalan-jalan, aliran air yang tidak ada pembuangannya sehingga mengakibatkan
banjir.

"Pemerintah harus memikirkan solusi terhadap dampak pembangunan bagi masyarakat sekitarnya, sampahnya harus juga diurus, pemakamannya juga, serta daerah resapan air juga diperhatikan. Jadi jangan asal memberikan izin saja, masyarakat di bawah yang terkena imbasnya," pungkasnya.

Penulis
: Nova Rinaldo
Editor
: Ummu SH
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)