Rumah Liar Menjamur di Pinggir Jalan Perbatasan Riau-Sumut Rokan Hilir, Warga Resah

datariau.com
1.524 view
Rumah Liar Menjamur di Pinggir Jalan Perbatasan Riau-Sumut Rokan Hilir, Warga Resah
Illustrasi

BAGANBATU, datariau.com - Rumah liar (Ruli) di perbatasan Riau-Sumut tepatnya di Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir semakin menjamur. Hingga kini belum ada upaya dari pihak pemerintah untuk melakukan penertiban rumah liar tersebut.

Masyarakat berharap ada upaya pemerintah melakukan penertiban Ruli, sebab rumah liar itu banyak dijadikan tempat-tempat maksiat dan mereka bukan orang asli Rohil-Riau.

"Kami atas nama masyarakat sudah resah keberadaan rumah ruli dijadikan tempat maksiat. Dampaknya sangatlah berefek buruk, karena orang luar membuat tempat maksiat itu. Apalagi di lokasi di jalan lintas dan sangat terang-terangan," ujar salah seorang warga, Zulkifli kepada Datariau.com, Jumat (18/11/2016).

Lebih jauh ia menerangkan, sebelumnya pemerintah Kecamatan Bagan Sinembah sudah pernah didemo oleh mahasiswa di Bagan Batu terkait semakin menjamurnya rumah liar tersebut.

"Namun kita lihat tidak ada efeknya. Dan bahkan bertambah parah. Tentunya kita malu selaku warga Rohil, dengan bebasanya orang luar buka tempat maksiat disini," pungkasnya.

Hal senada juga diungkapan oleh warga lainnya. Kini rumah liar itu bukan hanya di perbatasan Riau-Sumut saja dan bahkan sampai dari Jalan Simpang Pujud ke Kota Bagan Batu.

"Ngak usah jauh-juah melakukan penertiban lagi, yang dekat saja seperti KM4 dan Km5 terang-terangan buka bebas tak tersintuh oleh pemerintah," ungkap Deni, kepada Datariau.com.

Menurut Deni, jelas-jelas Ruli KM4 dan KM 5 banyak dijadikan tempat maksiat dengan modus berjualan minuman. Tapi di dalam rumah tersebut banyak kamar sekat untuk tamu.

"Ini sudah jelas sudah menyalahi dan kenapa tak pernah ditertibkan. Seperti ada orang dalam bermain, hingga tempat gituan bebas buka sesuka hati," pungkasnya.

Tempat ini, dimana rumah liar yang hanya berdindingkan kayu dan beratapkan apa adanya, diketahui bahwa pemiliknya berasal dari luar Riau. Mereka membuka usaha menjual minuman dan kedai, diperuntukkan para pengemudi mobil truk yang kelelahan dalam perjalanan. Sebagian ada juga yang membuka bengkel dan tambal ban serta cucian mobil.

Namun seiring perkembangannya, banyak yang melenceng dan menyediakan wanita penghibur bahkan dijual juga minuman keras di beberapa kedai. Hal ini membuat warga tempatan gerah, namun tidak bisa banyak berbuat karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Mereka pendatang, ketika kita tegur nanti mereka bertindak nekat merusak maupun mengancam keselamatan kami dan keluarga kami. Mereka berkasus akan kembali ke kampungnya," sebut warga lainnya Anton.

Penulis
: Samsul
Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)