Proyek Drainase Swakelola UPT Dinas PUPR Riau di Sekar Mawar Tanpa Plang dan Tidak Mengikuti Bestek

datariau.com
2.054 view
Proyek Drainase Swakelola UPT Dinas PUPR Riau di Sekar Mawar Tanpa Plang dan Tidak Mengikuti Bestek
Heri
Pekerjaan proyek drainase.

RENGAT, datariau.com - Menggunakan uang negara dari hasil masyarakat membayar pajak, pemerintah Provinsi Riau melaksanakan proyek pembangunan drainase dengan swakelola yang dilaksanakan oleh UPT Dinas Pekerjaan Umum Penataan dan Ruang (PURP) yang berlokasi di jalan Sudirman depan SDLB Kelurahan Sekar Mawar Kecamatan Pasir Penyu lebih kurang 300 meter dipertanyakan warga.

"Kami selaku warga taat membayar pajak penuh keheranan dan tanda tanya terkait proyek drainase swakelola UPT Dinas PUPR Provinsi Riau. Pasalnya, pemasangan besi jalur dan besi U pada proyek drainase tersebut menggunakan besi 8 net, setahu kami biasanya besi behel untuk drainase adalah besi 8 untuk U-nya dan besi 10 net untuk jalurnya," terang Mang Dedi, warga setempat kepada datariau.com, kemarin.

Selain permasalahan besi yang diduga tidak sesuai bestek, menurut infomasi warga, coran beton adalah coran beton K175 sementara yang digunakan diduga coran beton K125, selain masalah besi dan coran beton di lokasi proyek tersebut tidak ditemukan plang proyek. Terkesan proyek drainase tersebut tidak miliki tuan, padahal proyek drainase gunakan uang rakyat dari hasil membayar pajak.

"Kami berharap Kepala UPT Dinas PUPR Provinsi Riau, Dinas PUPR Riau, PPTK, PTK, Pengawas dan Konsultan dapat serius perhatikan proyek drainase swakelola agar tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan pekerjaan yang tidak berkwalitas dan kerugian negara," singkat Mang Dedi yang juga menjabat sebagai RT 02 Kelurahan Sekar Mawar.

Sementara itu, Warseno selaku pengawas lapangan saat dikonfirmasi mengatakan, ini bukan proyek seperti biasanya. "Ini bukan seperti proyek-proyek biasa," terangnya.

Ditanya proyek swakelola apa tidak seperti proyek biasa yang harus menggunakan besi sesuai pada RAB, dia mengiyakannya.

"Bukan seperti proyek biasa yang harus bahannya begini besinya begini, ini swakelola, ngerti tidak," terangnya.

Disinggung lagi, proyek swakolola apa tidak pakai RAB, dijelaskan bahwa  RAB itu disesuaikan dengan duit yang ada. "Namanya aja uang sisa," terang Warseno.

"Contohnya, uang yang digunakan adalah uang sisa tender, lalu digunakan untuk pembangunan yang lain di akhir tahun, sedangkan uang yang ada sekarang itu saja kurang, seharusnya drainase itu dikerjakan sepanjang 375 meter, itu yang bisa dikerjakan hanya 300 meter karena uang habis. Jangan kayak gitu lah, aku gak enak sama orang, nantilah aku masih nyetir," singkat Warseno saat dikonfirmasi melalui selulernya.


Saat hal ini ingin dikonfirmasikan ke kantor UPT Dinas PUPR Provinsi Riau di samping kantor Telkom kelurahan Kembang Harum kecamatan Pasir Penyu, UPT Dinas PUPR Khairusa tidak berada di kantor.

Penulis
: Heri
Editor
: Agusri
Sumber
: Datariau.com
Tag:Drainase
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)