PEKANBARU, datariau.com - Provinsi Riau merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai daerah yang amat kaya dengan Sumber Daya Alam (SDA), baik itu sumber daya alam permukaan yang berupa hutan, maupun sumber daya alam dalam tanah berupa minyak bumi.
Semua ini menjadi barometer bagi kelanjutan pembangunan di Bumi Lancang Kuning. Sekarang ini, hampir di sebagian besar hutan Indonesia tidak luput dari upaya eksploitasi, baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak. Eksploitasi terhadap hutan dengan tidak menyertakan konsep ekologi, akan dapat menimbulkan kerusakan pada hutan yang merupakan paru-paru dunia.
Hutan merupakan salah satu sumber daya alam yang tidak ternilai harganya. Hal ini akan berakibat fatal jika terus menerus terjadi tanpa ada upaya perlindungan dan pengawasaan dari semua pihak, baik Pemerintah maupun masyarakat.
Berbagai usaha untuk pembenahan terhadap lingkungan terus dilakukan. Salah satunya penghijauan. Konsep penghijauan ini merupakan gerakan yang sebelumnya telah diprakarsai pemerintah dengan mengusahakan pembangunan yang berwawasan lingkungan sebagai upaya untuk memelihara keanekaragaman sumber daya hayati agar tetap lestari. Wujud dari usaha tersebut diantaranya adalah dengan menerapkan sistem ekolabeling, reboisasi dan menggalakkan hutan rakyat serta adanya program Hutan Tanaman Industri (HTI).
Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat harus ikut berperan aktif dalam segala upaya yang berkaitan dengan perlindungan dan pengawasan hutan yang merupakan bagian vital kehidupan. Karena itulah, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau akan mengadakan Pekan Penghijauan XXIX.
Tahun ini, Pekan Penghijauan mengusungkan tema “Kembalikan Fungsi Hutan, Wujudkan Keasrian Lingkungan melalui Gerakan Penghijauan”. Kegiatan ini diketuai oleh Muhammad Solihin, dipimpin oleh Bupati Mahasiswa, Irfan. Waktu pelaksanaan Pekan Penghijauan XXIX yaitu pada tanggal 5-7 Mei 2017. Untuk lokasi penanaman, akan dilaksanakan di sekitar Waduk PLTA Koto Panjang Desa Koto Tuo, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar.
Mengingat kegiatan Pekan Penghijauan XXIX yang sudah tidak lama lagi, panitia sudah melakukan persiapan hingga 70 persen. Persiapan yang dimaksud meliputi meningkatkan koordinasi dengan pihak desa tempat pelaksanaan Pekan Penghijauan XXIX, menghubungi para tamu undangan yang akan menghadiri agenda Pekan Penghijauan XXIX, akomodasi keberangkatan, pematangan konsep acara, penyediaan bahan-bahan yang dibutuhkan saat pelaksanaan kegiatan Pekan Penghijauan XXIX, serta menjalin kerja sama publikasi dengan berbagai media partner di Pekanbaru maupun di Bangkinang, Kampar. Semua ini dilakukan bertujuan untuk kelancaran Pekan Penghijauan dihari H nanti.
“Saat ini panitia memang tengah mempersiapkan semua hal yang berkaitan dengan pelaksanaaan kegiatan Pekan Penghijauan XXIX di hari H nanti. Mengingat waktu yang tersisa hanya tinggal beberapa minggu saja, kami terus berusaha keras memberikan yang terbaik,” ungkap Muhammad Solikin, selaku panitia pelaksana melalui rilis yang diterima redaksi datariau.com, Ahad (16/4/2017).
Sekretaris Pekan Penghijauan XXIX, Wulan Sari, menuturkan bahwa mengenai surat menyurat Pekan Penghijauan sudah sebagian tersebar, dan final penyebaran surat menyurat ini akan dilakukan dalam waktu dekat. “Penyebaran surat yang akan segera diselesaikan dalam minggu dekat ini. Ini juga merupakan kerjasama antara sekretaris dengan koordinator Kesekretariatan Pekan Penghijauan XXIX”.
“Untuk seksi acara sendiri, saat ini kami sedang dalam tahap pematangan konsep acara dengan Steering Committee, sebelum benar-benar diaplikasikan di lapangan nanti,” ungkap Dhea Oktama Rivaldo selaku koordinator Seksi Acara.
Risma Widia selaku kordinator Seksi Humas, Informasi, dan Dokumentasi (HID) menjelaskan, persiapan yang telah dilakukan menjelang beberapa pekan pelaksanaan di hari H, Pekan Penghijauan XXIX telah menjalin kerjasama dengan belasan media partner publikasi, baik di Pekanbaru maupun di Kampar itu sendiri.
"Kerjasama ini meliputi publikasi persiapan panitia menjelang sampai pelaksanaan agenda Pekan Penghijauan XXIX," urainya.
Sementara untuk seksi lain juga sedang memaksimalkan persiapannya masing-masing, seperti Seksi P3K dengan obat-obatan yang perlu dibawa saat pelaksanaan kegiatan di hari H nanti, seksi Konsumsi dengan pematangan konsep menu hidangan selama 3 hari pelaksanaan agenda Pekan Penghijauan XXIX, Seksi Perlengkapan dengan penyediaan akomodasi keberangkatan dan tempat menginap di sana, serta Seksi Pendanaan yang masih sibuk mengurus dana pemasukan untuk menunjang kegiatan Pekan Penghijauan XXIX, yang bekerja sama dengan Bendahara Pekan Penghijauan XXIX, Diana Anggraini.
Kegiatan Pekan Penghijauan XXIX yang mengusung slogan, “Wujud Aksi, Peduli Negeri !!!”, akan dilaksanakan selama 3 hari. Selain agenda utamanya yaitu penanaman 1000 bibit tanaman darat, juga diisi oleh kegiatan bermanfaat lainnya yaitu Seminar Pendidikan, Sosialisi Kegiatan PKK desa Koto Tuo, serta PP Goes to School.
Diharapkan dengan diadakannya kegiatan tersebut, esensi dari kegiatan Pekan Penghijauan XXIX dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh semua mahasiswa aktif Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau saja, tetapi Dosen beserta Alumni juga turut andil dalam kegiatan tersebut.
“Saya berharap dengan diadakannya kegiatan Pekan Penghijauan XXIX ini dapat mengembalikan fungsi Hutan disekitar Waduk PLTA Koto Panjang Desa Koto Tuo, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar,” ujar Dr Hj Evi Suryawati MPd selaku Koordinator Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau.
Kegiatan Pekan Penghijauan ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa Pendidikan Biologi sebagai upaya pengembalian ekosistem hutan di Kabupaten Kampar. "Kita berharap dengan adanya kegiatan ini, dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar mereka," ujar Muhammad Solikin selaku Ketua Pekan Penghijauan XXIX.
“Melalui kegiatan Pekan Penghijauan ini, diharapkan dapat meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekitar Provinsi Riau khususnya di Kabupaten Kampar,” ujar Irfan, selaku Bupati Mahasiswa.
