RENGAT, datariau.com - Keberadaan puluhan kandang ayam yang beroperasi di dekat pemukiman penduduk menyebabkan berbagai permasalahan lingkungan dan kesehatan. Warga yang demo beberapa waktu lalu hingga kini belum mendapatkan kepastian.
"Kami tidak hanya menuntut masalah bau yang menggagu, tapi masalah besarya adalah wabah lalat yang tidak kunjung usai setelah adanya kandang ayam lebih dari 5 tahun yang membuat anak-anak sakit diare muntah dan demam," sebut salah seorang warga Desa Petala Bumi Kecamatan Seberida Kabupaten Inhu kepada datariau.com, kemarin.
Warga menyampaikan bahwa keberadaan kandang ayam di desa terseut sangat mengganggu karena lokasinya berada sangat dengat dengan pemukiman penduduk, akibat dari itu bau busuk dan menyengat dari kotoran ayam setiap hari sampai ke dalam rumah penduduk, ditambah lagi masalah terbesar, lalat menyerbu rumah penduduk.
"Di desa kami dikelilingi lebih dari 20 kandang ayam yang sangat dekat dari pemukiman warga," ujarnya sambil memperlihatkan lalat yang berhasil ditangkapnya.
Dimana, dalam waktu satu menit saja warga bisa menangkap ribuan lalat dengan perangkap lem. Itu terjadi setiap hari dan telah mengakibatkan anak-anak dan dewasa sakit akibat wabah penyakit yang dibawa oleh lalat.
Sebelumnya diberitakan, karena tak tahan menanggung aroma bau busuk yang berasal dari kandang ayam, ratusan warga asal Desa Petala Bumi Kecamatan Seberida Kabupaten Inhu di Hari Raya Idul Fitri ke-5 gelar aksi demo dengan mendatangi beberapa tempat kandang ayam yang ada di desa tersebut. Warga melakukan aksi demo berharap pemerintah terkait dapat segera menindak tegas pemilik kandang ayam yang telah meresahkan warga selama ini.
Dari pihak RT 15 Indra didampingi Wadiono yang juga menjabat RW di Desa Petala Bumi kepada datariau.com mengatakan, sudah 1 tahun lebih warga Desa Petala Bumi menghirup bau busuk yang berasal dari 15 kandang ayam di daerah itu.
"Karena sudah tidak tahan lagi dengan aroma busuk yang berasal dari kandang ayam, maka kami ramai-ramai dengan warga mendatangi pemilik maupun pengelola usaha ayam potong ini untuk segera ditutup," ujarnya.
Sebelum aksi ini, perwakilan warga sudah memberi tahu kepada pemilik maupun pengelola untuk mencari solusi agar bau busuk yang berasal dari kotoran ayam tidak sampai ke pemukiman warga. Namun hingga aksi demo dilakukan pemilik maupun pengelola tidak pernah menghindakan apa yang telah warga sampaikan.
"Karena tidak tahan lagi maka warga putuskan untuk melakukan aksi demo ini agar pemerintah setemat tahu bahwa hampir 1 tahun lebih ribuan warga Desa Petala Bumi dari yang baru lahir hingga yang sudah uzur tidak pernah lagi menghirup udara segar," tegasnya.
Terpisah, Camat Seberida Triyatno SST saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa keresahan warga memang sudah pernah sampai ke camat, bahkan belum lama ini sudah ada rencana camat akan memanggil pemilik atau pengelola tapi karana terburu hari lebaran maka ditunda.
"Usai lebaran ini secepatnya saya akan panggil pemilik kandang ayam yang ada di Desa Petala Bumi," janji camat.