Masyarakat Minta Pemda Inhu Segera Tutup Warung Tempat Maksiat Sebelum Bencana Tiba

datariau.com
1.559 view
Masyarakat Minta Pemda Inhu Segera Tutup Warung Tempat Maksiat Sebelum Bencana Tiba
Ilustrasi

RENGAT, datariau.com - Menyikapi rencana aksi ibu-ibu majlis taklim yang mau melakukan aksi membakar warung yang menyediakan karaokean dan wanita pekerja seks komersial di beberapa kecamatan di Kabupaten Inhu, maka Pemda Inhu diminta tegas.

"Untuk meredam ini Pemda harus segera mengambil tindakan. Sebelum aksi ibu-ibu ini dilakukan dan berujung dengan bentrok ataupun bencana lainnya," ujar Rusmini, warga Inhu kepada datariau.com, Rabu (25/1/2017).

Demikian pula disampaikan Rahmat Rianto, warga Belilas ini menjelaskan, bahwa pertumbuhan tempat yang disinyalis menyediakan PSK dan warung remang-remang di Inhu cukup pesat. Ini dikarenakan tidak adanya langkah tegas dari pemerintah.

"Demi menjaga citra dan nama baik tanah melayu yang kita cintai ini, kita selaku masyarakat Inhu minta Pemda Inhu atau melalui instansi dan dinas terkait dapat segera melakukan penutupan tempat-tempat yang disinyalir menjadi tempat maksiat. Jujur saja saya sebagai masyarakat Inhu sangat malu sekali, di Kabupaten kita ini banyak tempat-tempat kayak gituan. Apalagi mayoritas masyarakat kita menganut agama Islam yang sangat melarang berbuat maksait, dan begitu juga dengan agama lainnya," papar Rahmat Rianto.

Untuk itu, masyarakat sangat berharap Bupati Inhu H Yopi Arianto dapat mengintruksikan kepada dinas maupun instansi terkait untuk segera mengatasi persoalan yang akan muncul akibat menjamurnya tempat maksiat di Inhu ini. Tidak saja merusak moral namun jadi ajang tempat jual beli dan kosumsi narkoba serta minuman keras.

Dari data sementara yang didapat di lapangan dan laporan masyarakat, lokasi yang diduga menjadi tempat maksiat menyediakan PSK ini yakni di sekitaran Simpang Kasus Belilas Kecamatan Seberida, Japura Kecamatan Lirik dan Sawitan Jalan Elak Kecamatan Pasir Penyu, Kecamatan Rengat dan kecamatan Peranap.

Penulis
: Heri
Editor
: Adi
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)