Kembali Dihantam Banjir Dadakan, Warga Perkebunan Sei Parit Inhu Salahkan Perangkat Desa

datariau.com
1.749 view
Kembali Dihantam Banjir Dadakan, Warga Perkebunan Sei Parit Inhu Salahkan Perangkat Desa
doc.
Banjir yang terjadi beberapa waktu lalu, kini terjadi lagi.

RENGAT, datariau.com - Sebanyak 42 KK (Kepala Keluarga) Desa Perkebunan Sei Parit Kecamatan Sei Lala Kabupaten Inhu kembali terendam banjir yang disebabkan hujan dari pukul 05.00 Wib hingga siang ini, Rabu (5/7/2017). Banjir selain karena hujan juga disebabkan parit PTP Nusantara V yang hingga kini tidak kunjung dikerjakan.

Salah seorang warga Desa Perkebunan Sei Parit yang juga korban banjir, Sagi, kepada datariau.com mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan hingga kini perangkat desa mulai dari RT, RW, Kepala Dusun, Sekdes maupun Kades belum dapat mencarikan solusi agar banjir dadakkan ini tidak terulang kembali.

"Mereka perangkat desa terkesan tutup mata dengan musibah yang terjadi kepada masyarakatnya, apa seperti itu seorang pimpinan. Kami dari 42 KK berharap sekali perangkat desa dapat mencarikan solusi agar tidak terulang lagi banjir dadakkan seperti ini," sebut Sagi.

"Selain kami kecewa kepada perangkat desa yang tidak dapat mencari solusi agar tidak terulang banjir lagi yang disebabkan karena parit PTPN V yang tersumbat, kami juga kecewa berat dengan pihak PTPN 5 yang hingga kini tidak juga melakukan perkerjaan pencucian parit, akibatnya disaat hujan lebat seperti sekarang ini sebanyak 42 KK terendam banjir," tegas Sagi.

Sementara itu, Anggota BPD Perkebunan Sei Parit, Roni Afrainto, mengatakan, selaku Anggota BPD dia juga sangat kecewa dengan janji pihak PTPN perusahan BUMN yang katanya mau segera melakukan pencucian parit.

"Janji yang disampaikn sejak terjadinya bajir pada hari Selasa, 16 Mei 2017 silam, tapi sayang hingga terjadi banjir kembali perusahan BUMN ini belum ada tanda-tanda hendak melakukan perkerjaan pencucian parit tersebut," pungkasnya.

Penulis
: Heri
Editor
: Agusri
Sumber
: Datariau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)