GAMARI, Berbagi bersama Menghijaukan Negeri

datariau.com
1.670 view
GAMARI, Berbagi bersama Menghijaukan Negeri
Ist.

PEKANBARU, datariau.com - Adanya wacana terkait perubahan iklim masih tetap menjadi prioritas utama tahun ini bagi program kerja kepengurusan Presidium Pusat GAMARI.

Langkah konkret guna mendukung hal tersebut adalah dalam mengurangi efek emisi gas rumah kaca. Bahkan jauh sebelumnya upaya serupa juga telah dilakukan.

Menurut penjelasan bung Larshen Yunus selaku Ketua Presidium GAMARI, bahwa efek gas rumah kaca sangatlah berbahaya bagi keberlangsungan kehidupan manusia. Dampak yang akan ditimbulkan sangat banyak dan berbahaya.

"Maka dari itu program Penghijauan seperti ini akan menjadi prioritas bagi kami. Program-program seperti Reforestasi maupun Konservasi hutan serta pembelian offset karbon juga terus dijadikan bahagian dari program sosial kemasyarakatan Presidium Pusat GAMARI," ujar," Larshen Yunus kepada datariau.com melalui rilisnya, Selasa.

Selaku Ketua,  Larshen Yunus menguraikan bahwa, sejumlah literatur terkait dengan luas hutan bakau Indonesia yang diperkirakan mencapai 2,5 sampai 4,5 juta hektar yang sekaligus juga merupakan hutan bakau terluas di dunia.

"Hutan bakau kita jauh lebih luas melebihi hutan di Negara Brazil yang hanya berkisar 1,3 juta hektar, Nigeria 1,1 juta hektar dan Australia sekitar 0,97 hektar. Perlu diketahui bahwa hutan bakau di Indonesia mencapai 25% dari total luas hutan bakau di dunia. Namun sebagian kondisinya justru dalam keadaan yang memprihatinkan alias tidak terawat sama sekali," rincinya.  

Padahal, lanjutnya, selain sebagai upaya dalam mencegah adanya abrasi, hutan bakau juga memiliki kemampuan besar dalam menyimpan dan menyerap zat karbondioksida yang merupakan salah satu gas berperan penting  dalam siklus perubahan iklim di negeri ini. Selain daripada itu, hutan bakau juga berperan dalam kelestarian biodiversitas laut yang amat kaya dan sangat melimpah dalam memberikan sumbangan nyata bagi kesejahteraan masyarakat  tempatan.

Berangkat dengan hal ini, Presidium Pusat GAMARI mengambil bagian dalam upaya pelestarian hutan bakau di wilayah Provinsi Riau, dengan melaksanakan program penanaman serta perawatan pohon bakau secara berkelanjutan.

Upaya ini dilakukan sebagai kontribusi positif dari wadah Organisasi Kemasyarakatan terhadap ekosistem lingkungan hidup. Khususnya yang terdapat di kawasan Provinsi Riau.

"Kami yakin bahwa upaya yang sederhana ini apabila dilakukan dan dijalankan secara konsisten maupun berkelanjutan akan membuahkan hasil yang baik bagi keberlangsungan hidup orang banyak. Gerakan yang sederhana ini juga akan mampu menginspirasi serta menggulirkan gerakan-gerakan yang lebih masif lagi, sehingga kedepannya dapat memberikan dampak yang lebih besar bagi kelestarian lingkungan di seluruh Nusantara," paparnya.

Kedepan, lanjut Larshen Yunus, kehadiran pohon-pohon mangrove ini juga akan dapat membantu perekonomian masyarakat tempatan. Pohon yang akan tumbuh menjadi besar tersebut sebentar lagi dapat mengamankan tambak-tambak dan sawah milik warga dari bencana air bah. Masyarakat sekitar juga dapat memanfaatkan tanaman kayu ini menjadi produk kuliner seperti jus mangrove dan kerupuk dari bahan tanaman mangrove tersebut.  

"Kepedulian dari salah satu ORMAS/LSM lokal di Provinsi Riau ini merupakan wujud nyata dari kecintaan para Aktivis terhadap negerinya wabbilkhusus bagi keselamatan ekosistem lingkungan hidup di tanah air ini," pungkasnya.

Editor
: Adi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)