Fakta Terbaru, Kepala Desa Batu Papan Akui Ajak Tokoh Adat Jumpa Pimpinan PT KAS di Pekanbaru

datariau.com
3.075 view
Fakta Terbaru, Kepala Desa Batu Papan Akui Ajak Tokoh Adat Jumpa Pimpinan PT KAS di Pekanbaru
Heri
Kondisi kaki seorang anak-anak di Desa Batu Papan yang mengalami sakit gatal diduga karena air sungai tercemar limbah.

RENGAT, datariau.com - Persoalan dugaan Pabrik Kelapa Sawit PT KAS membuang limbah ke sungai sampai saat ini masih menjadi misteri, dimana pihak LHK baik daerah Inhu maupun provinsi belum mengeluarkan hasil labor.

Ditambah lagi, pihak desa mengaku tidak pernah mengetahui adanya limbah yang dibuang ke sungai, bahkan kejadian gatal-gatalnya beberapa orang warga juga tidak diketahui Kades.

"Limbah dibuang ke sungai ini saya bingung, saya mau ke PT KAS ini, namun sampai saat ini satu orang warga pun baik itu melalui pak RT, Kadus gak ada yang buat laporan kepada saya, ini membingungkan saya, saya mau ke PKS mau nanyakan itu ini," kata Kades Batu Papan kecamatan Batang Cenaku kabupaten Inhu, Roni Paslah saat dikonfirmasi datariau.com melalui selulernya, Selasa (1/8/2017) malam.

Bahkan, saat ditanyakan tentang adanya kejadian hari Selasa 25 Juli 2017 dugaan limbah dibuang ke anak Sungai Lamlam yang mengalir ke Sungai Cenaku, Kades pun mengaku tidak tahu. "Saya tak di tempat, kebetulan ke kabupaten," ujarnya.

Warga yang gatal-gatal pun dikatakan Kades belum ada melapor hingga dia sebagai pimpinan di desa itu tidak tahu apa yang diderita warganya. "Warga sakit saya tak tahu pak, belum ada, seharusnya lapor ke desa, apa solusinya pak, kan enak, nih saya gak tahu, Lilahita'ala saya tidak tahu," tegasnya.

Sebelum masuk pembahasan itu, Kades dalam sambungan telepon pun membeberakan bahwa dirinya dan para pemangku adat di Desa Batu Papan kecamatan Batang Cenaku sebanyak 7 orang telah menemui pimpinan PT KAS atas nama Andi Wijaya di Kota Pekanbaru beberapa bulan yang lalu.

Awalnya Kades mengaku memboyong para tokoh adat ini ke Pekanbaru dan menginap di Hotel Furaya sekedar menepati janji, bahwa suatu saat kalau dia punya uang akan membawa para tokoh adat jalan-jalan ke Pekanbaru.

"Terkait janji, dana saya sendiri, gak dari PT, saya sendiri, abang kandung ikut, kalau gak salah orang tujuh kami berangkat, gak ada hubungan sama sekali (dengan limbah PKS PT KAS, red). Saya pernah janji sama orang itu (pemangku adat, red), besok nek, saya kan nenek bahasa sama orang itu, besok nek kalau saya dapat uang kita sesekali jalan ke Pekanbaru, kan begitu, jadi kebetulan saya dapat uang saya ajak jalan-jalan, paginya belanja-belanja cari roti ke Vanholand pagi jam 10, kami memang ada jumpa pimpinan pabrik PT KAS, betul pak, lupa jam berapa gak ingat, siang lah tapi sebentar gak sampai 10 menit, jumpai ramai-ramai, kan tokoh-tokoh adat tak pernah jumpa sama pimpinan mau jumpa itu aja. Saya nginap semalam, sampai jam 10 malam di Pekanbaru, kami berangkat kalau gak salah jam 5 sore, saya lupa harinya gak ingat lagi udah lama," terangnya.

Ditanya apakah tidak ada hubungannya dengan persoalan limbah ataupun masalah PT KAS lainnya yang beroperasi di desa itu, kades menegaskan tidak ada dan hanya menepati janji saja kepada para tokoh adat. "Gak ada, itu ke Pekanbaru kemarin menepati janji itu, (jumpa Pimpinan PT KAS, red) ada siangnya silaturahmi, waktu itu pak Andi Wijaya, karena tokoh kita ini mau silaturami mau jumpa pimpinan, selama ini pabrik sudah jalan tapi tak pernah jumpa, cuma minum-minum, salaman kemudian pak Andi ada urusan udah pulang," pungkasnya.

Seorang tokoh adat yang meminta namanya tidak disebutkan juga mengakui bahwa dirinya bersama pemangku adat lainnya pernah dibawa Kades ke Pekanbaru.

"Aku malam tuh disuruh besok siap-siap pagi, kito berangkat ke Pekanbaru, aku tak ado duit nih kato aku. Tujuan ndak ado disebutnyo, langsung ke Hotel Furaya Pekanbaru," terangnya.

Ditanya apa agenda ke Pekanbaru, apa ada kaitan dengan desa seperti pelatihan dan rapat persoalan yang ada di desa, dia mengaku hanya diajak jalan-jalan saja.

"Setahu aku cuma ngajak jalan-jalan, ndak ado PT KAS di hotel jumpa, entah kalau samo-samo kawan, sampai Pekanbaru ke hotel, kawan dah mabuk di mobil," ujarnya.

Malam hari kemudian, Kades juga disebut memanjakan para tokoh adat ini dengan karaoke di hotel. "Pak kades yang fasilitasi itu, tak ado urusan desa, hanyo jalan-jalan," pungkasnya.

Penulis
: Heri
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
Tag:Limbah
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)