Camat Seberida Janji Panggil Pengelola Warung Maksiat, Ibu Majelis Taklim tak Peduli Tetap Akan Lakukan Aksi Bakar

datariau.com
1.940 view
Camat Seberida Janji Panggil Pengelola Warung Maksiat, Ibu Majelis Taklim tak Peduli Tetap Akan Lakukan Aksi Bakar
doc.
Camat Seberida Triyatno SST.

RENGAT, datariau.com - Menindaklanjuti keresahan masyarakat Kelurahan Pangkalaan Kasai dengan keberadaan warung remang-remang di Simpang Kasus Belilas Kecamatan Seberida Kabupaten Inhu, Camat Seberida tegaskan akan segera panggil seluruh pengelola warung itu dalam waktu dekat.

"Kita akan segera panggil pengelola warung yang selama ini sudah meresakan warga. Memang sih sampai saat ini kita belum ada mendapatkan laporan resmi dari masyarakat, tapi dengan ada informasi dari media ini sudah cukup untuk segera ditindaklanjuti," jelas Camat Seberida Triyatno SST kepada datariau.com, Senin (23/1/2017).

Camat menjelaskan bahwa percuma dilakukan penggerebekan atau razia, karena tertangkap pun para PSK akan dilepas kembali. "Karena di Dinas Sosial kita belum miliki anggaran untuk hal tersebut, dan pada akhirnya mereka kembali lagi di tempat semula," terang Camat.

Disinggung mengenai adanya isu bahwa ada onkum di kelurahan Pangkalaan Kasai menerima setoran dari pemilik warung maksiat untuk keamanan, camat mengaku sudah sampaikan kepada lurah, Satpol PP maupun anggota lainnya, untuk tidak ada meminta atau mengambil apapun dari pemilik warung remang-remang itu.

"Apabila ada yang nekat dan ketahuan, mereka akan menanggung resikonya sendiri," kata Camat.

"Mengenai permasalahan ini, secepatnya akan kita selesai bersama pak Kapolsek dan Danramil," janjinya.

Sementara itu, perwakilan ibu-ibu majelis taklim Leni saat dikonfirmasi ulang datariau.com Senin (23/1/2017) pagi mempersilahkan camat memanggil pemilik atau pengelola warung remang-remang tersebut, namun pihaknya tidak akan mengurungkan niatnya untuk melaksanakan aksi bakar warung yang terbukti sediakan PSK.

"Silahkan saja pak Camat dengan rencana untuk memanggil pemilik atau pengelola lokalisasi maupun kafe, yang jelas kami dari ibu-ibu Majelis Taklim sudah jadwalkan waktu untuk turun. Karena kalau hanya dipanggil dan membuat pernyataan, itu hanya tutup sesaat saja, tapi kalau keberadaan tempat itu dibongkar atau dibakar kemungkinan besar baru tidak adalagi para PSK," terang Leni.

"Kami sudah bosan dengan perjanjian-perjanjian yang disampaikan oleh pemilik atau pengelola. Silahkan mereka buat perjanjian dengan camat, kapolsek maupun Danramil, yang jelas kami pada prinsipnya tetap turun dalam waktu dekat ini untuk membersihkan tempat maksiat itu," pungkasnya.

Penulis
: Heri
Editor
: Adi
Tag:seberida
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)