Bupati Diminta Cabut Izin Perusahan di Inhu yang Tidak Peduli Karlahut

datariau.com
2.379 view
Bupati Diminta Cabut Izin Perusahan di Inhu yang Tidak Peduli Karlahut
Heri
Warga saat berjuang memadamkan api yang membakar lahan.

RENGAT, datariau.com - Adanya tuding masyarakat terhadap perusahaan yang tidak peduli dengan kondisi kebakaran lahan yang terjadi di lingkungan sekitar perusahaan semakin memanas. Bupati Inhu diminta mencabut izin perusahaan tersebut.

"Kita minta Bupati Inhu H Yopi Arianto segera memberikan warning ke pihak perusahan perkebunan kelapa sawit yakni PT Inecda bila perlu izinnya karena kita menilai tidak peduli dan cuek dengan peristiwa Karlahut yang terjadi di sekitar lingkungan perusahan belum lama ini," kata Sekretaris LSMTOPAN-RI Provinsi Riau, Hensen kepada datariau.com, Senin (4/9/2017) malam.

"Perusahan yang tidak perduli dengan peristiwa Karlahut sudah sepantasnya enyah dari Provinsi Riau khususnya Kabupaten Inhu. Untuk apa perusahan dipertahankan apabila tidak ada dampak manfaatnya bagi masyarakat, terutama masyarakat tempatan," lanjutnya lagi.

Pernyataan warga tentang peristiwa Karlahut di Desa Tani Makmur Kecamatan Rengat Barat, dimana saat warga meminta bantuan alat pemadam kebakaran kepada PT Inecda pihak perusahan meminta warga harus melalui prosedur yang telah ditentukan. Akhirnya warga memadamkan api dengan alat seadanya.

"Kita atas nama warga Inhu meminta Forkampinda Inhu yang terdiri dari Bupati, Kapolres dan Dandim atau lainnya dapat memberikan teguran atau perlu cabut izinnya terhadap perusahaan-perusahaan yang tidak peduli dengan lingkungan, seperti PT Inecda ini," tegasnya.

Sementara itu, Ketua LSM Ber-Nas Hatta Munir mengatakan, alasan yang disampaikan oleh humas PT Inecda tidak pantas sama sekali, yang mana humas mengatakan bahwa mobil unit pemadam kebakaran supirnya sedang libur hari raya.

"Perlu diketahui, prosonil dan unit pemadam seharusnya stanbay setiap saat, sehingga begitu ada kejadian kebakaran siap dioperasikan tidak harus menunggu prosonil. Dan saya setuju dan mendukung bila ada perusahan yang tidak peduli dengan lingkungan untuk enyah dari Inhu, apalagi masalah Karlahut," pinta Hatta Munir.

Memang PT Inecda belakangan ini menjadi buah bibir masyarakat. Sebelum kejadian kebakaran lahan ini, warga juga mengeluh soal tanaman kelapa sawit warga yang dimakan kumbang tanduk yang diduga disebabkan dari repelenting kebun milik perusahaan tersebut, namun belum ada langkah dari perusahaan untuk mencarikan solusi atas kejadian tersebut.

Terkait hal ini, pihak PT Inecda saat dikonfirmasi melalui seluler belum mau memberi jawaban, baik melalui sambungan telepon maupun melalui chating elektronik dan pesan singkat belum ada balasan.

Penulis
: Heri
Editor
: Agusri
Sumber
: Datariau.com
Tag:Karlahut
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)