Biarkan Kota Pekanbaru Bersampah Berkepanjangan, Warga Nilai Walikota Mati Rasa

datariau.com
1.253 view
Biarkan Kota Pekanbaru Bersampah Berkepanjangan, Warga Nilai Walikota Mati Rasa

PEKANBARU, datariau.com - Harapan masyarakat Pekanbaru memiliki lingkungan yang bersih dan sehat jauh dari kenyataan.

Sudah lebih dua bulan horor sampah membuat resah, namun sampai saat ini tak ada kepastian dan jaminan dari Pemko Pekanbaru kapan kondisi buruk tersebut bisa teratasi. Walikota Firdaus selalu diam setiap kali ditanya sampah yang menjadi bagian dari tanggung jawabnya sebagai kepala daerah.

Sikap diam Walikota Firdaus sangat disesalkan masyarakat. Tidak semestinya kondisi buruk terkait horor sampah dibiarkan berkepanjangan. Bagi masyarakat, tak mau tahu apa yang menjadi sebab, mereka hanya hanya kondisi kembali normal.

"Bagi kami, masyarakat tak mau tau apa penyebabnya sampah berserakan. Mau politik atau sabotasi, terserah saja, yang kami mau kondisi ini harus secepatnya diakhiri. Jangan dibiarkan terlarut-larut," runtuk Sarwono, warga Marpoyan Damai, Jumat (15/7/2016).

Sarwono merasa heran dengan sikap Walikota Firdaus yang cenderung mendiamkan horor sampah berkepanjangan. Kondisi tersebut dianggapnya tidak normal. Sebagai pemimpin, walikota mestinya menyadari keluhan masyarakat terkait horor sampah.

"Tak masuk akal kalau walikota tak tau masyarakat mengeluhkan situasi ini. Bahaya kalau dia tau tak tak peduli," kritiknya.

Kekesalan serupa juga disampaikan Yuni, warga Kecamatan Tampan. Ibu rumah tangga tersebut bahkan menyebut Walikota Firdaus mati rasa karena membiarkan sesuatu yang meresahkan masyarakat berkempanjangan.

"Masyarakat sudah lama resah dan berharap sampah segera tertangani, kalau terus berlanjut karena dibiarkan, berarti walikota mati rasa. Tak tau apa yang dirasakan rakyatnya," kritik jengkel.

Menurut ibu dari tiga anak tersebut, horor sampah sangat membahayakan kesehatan lingkungan. Dari tumpukan sampah yang dibiarkan berhari-hari bisa jadi sumber berbagai penyakit.

"Seperti yang di Pasar Pagi Arengka, dari tumpukan sampah sampai muncul ribuan belatung. Iihhh..jorok sekali," ujarnya sambil bergidik.

Sementara itu, sampai saat ini memang belum ada solusi konkrit diambil Walikota Firdaus untuk mengatasi horor yang terjadi sejak awal Mei silam, selain memutuskan kontrak dengan PT MIG dan memecat Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan.

Padahal, kedua keputusan tersebut tak menyebabkan situasi membaik. Justru tambah parah. Tumpukan sampah di mana-mana dibiarkan berhari-hari sampai berbelatung.

Editor
: Agusri.
Sumber
: Riauterkini.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)