Banjir di Desa Tarai Bangun Kampar, Pasar Ramadhan Simpang Jalan Sukajadi-Kubang Raya Macet Parah

datariau.com
3.118 view
Banjir di Desa Tarai Bangun Kampar, Pasar Ramadhan Simpang Jalan Sukajadi-Kubang Raya Macet Parah
Riki
Kondisi kemacetan di Pasar Ramadhan Simpang Jalan Sukajadi-Kubang Raya.

TAMBANG, datariau.com - Simpang Jalan Sukajadi-Jalan Kubang Raya Desa Tarai Bangun mendadak macet parah, Ahad (28/5/2017) sore. Kondisi ini diakibatkan adanya banjir di sisi jalan, diperparah karena di lokasi ini adanya pasar Ramadhan.

Pantauan datariau.com di lokasi, tampak air meluap dari parit Jalan Kubang Raya hingga sebetis orang dewasa di bahu jalansebelah Jalan Suka Karya, mengakibatkan pengendara yang ingin menyeberang Jalan Kubang Raya dari Jalan Suka Karya ke Jalan Sukajadi atau sebaliknya, harus ekstra hati-hati.

Sementara di sisi Simpang Jalan Sukajadi, terdapat pasar Ramadhan yang hari ini merupakan hari kedua beroperasi. Ramainya warga di pasar ini menambah kemacetan. Tampak beberapa warga berusaha mengatur lalu lintas.

Tampak pula seorang pria berseragam loreng orange turut mengatur arus lalu lintas. Seorang pria lagi mengenakkan kaos putih tampak pula ikut serta mengatur lalu lintas sambil membawa sebuah kardus untuk sumbangan.

Seorang warga bernama Sari menuturkan, bahwa banjir yang terjadi di Desa Tarai Bangun kali ini sangat parah. "Biasanya air tidak sampai sedalam ini dan tidak sampai bertahan selama ini, biasa cepat surut," sebutnya.

Sementara di Pasar Ramadhan, pedagang mengaku hari ini lebih sepi dari pada hari kemarin dikarenakan kondisi banjir di sisi jalan tersebut. "Kalau dibanding kemarin, hari ini agak sepi, ramainya hanya karena macet di jalan itu," sebut seorang pedagang.

Untuk berdagang di lokasi itu, jelasnya, para pedagang membayar kepada Pemuda Pancasila Rp100 ribu. "Kami bayar Rp100 ribu untuk jualan selama Ramadhan, tak apalah, yang penting aman aja," ulas pedagang tersebut.

Memang setiap tahun di Simpang Jalan Sukajadi-Kubang Raya ini dilaksanakan pasar Ramadhan, namun tahun ini tampak berbeda, karena pasar Ramadhan ini terlihat dikelola Pemuda Pancasila yang merupakan pemuda setempat.

Beberapa pemuda berseragam loreng warna orange sejak awal pembersihan lokasi pasar Ramadhan ini tampak bekerja di lokasi. Hingga kini juga beberapa pemuda berseragam loreng orange itu standby di lokasi, termasuk mengatur arus lalu lintas saat kemacetan sore ini.

"Untung ada pemuda, arus lalu lintas bisa diatur, karena semua pengendara nampaknya mau mendahului, tak ada yang mau mengalah, karena waktu berbuka puasa sudah dekat," ujar Edi, pengendara yang melintas di lokasi kemacetan.

Penulis
: Riki
Editor
: Adi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)