Asset Pemerintah Inhu Hibah PT TPP Diduga Dikuasi Pribadi Oknum Pejabat

datariau.com
1.055 view
Asset Pemerintah Inhu Hibah PT TPP Diduga Dikuasi Pribadi Oknum Pejabat
Illustrasi

RENGAT, datariau.com - Sekian lama tapal batas lahan hibah PT Tunggal Perkasa Plantations (TPP) Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor 83 seluas 5,8 hetere yang terletak di Desa Candi Rejo Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Inhu Provinsi Riau tidak jelas.

Belakangan diketahui bahwa beberapa bangunan yang sudah sekian lama berdiri diduga berada dalam lahan tersebut, bahkan yang mengusai lahan yang menjadi asset pemerintah ini diduga melibatkan pejabat pemerintahan setempat.

Seperti disampaikan salah seorang tokoh masyarakat di Inhu yang mengetahui seluk beluk awal mula lahan hibah itu, bahwa jika dukur lagi, sudah banyak yang berdiri di dalam lahan asset tersebut dan kabarnya sudah menjadi hak pribadi oknum dengan cara menerbitkan sertipikat atas nama pribadi.

Di lahan itu memang sudah ada fasilitas umum seperti Pasar Sri Gading, Balai Adat, Lapangan Sepak Bola Garuda dan ada pula beberapa ruko milik pribadi yang diduga juga masuk dalam lahan asset.

"Dulu ada oknum pejabat bersama perangkat desa dan beberapa masyarakat Pasir Penyu mengkapling tanah dan menerbitkan surat SKGR di eks lahan PT TPP. Dan kalau tidak salah ingatan saya, pejabat itu saat ini sudah jadi kepala dinas juga miliki sebidang tanah di HGU PT TPP tersebut, tapi atas nama istrinya," sebut tokoh masyarakat Pasir Penyu yang tahu persis koornologis tanah eks PT TPP tersebut.

Dia juga mengatakan banyak oknum pejabat dan oknum mantan anggota dewan serta beberapa masyarakat yang diduga menguasai eks PT TPP tersebut. Dia pun menerangkan satu persatu nama oknum tersebut kepada datariau.com. Namun tidak bisa kami tuliskan karena belum mendapat konfirmasi dari pihak tersebut.

"Saya orang lama di Pasir Penyu ini pun menjadi heran dan bertanya-tanya melihat pola pikir mereka, begitu melihat ada barang langsung saja mereka embat, tanpa pikir kedepannya, mereka yang dianggap tokoh bukan berpikir majukan Pasir Penyu, tapi mala pikirkan kepentingan pribadi," kesalnya.

Penulis
: Heri
Editor
: Riki
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)