VIRAL!! Hadapi Warga Dengan Humanis di Pos Penyekatan Sesuai Program Presisi Kapolri

Hermansyah
123 view
VIRAL!! Hadapi Warga Dengan Humanis di Pos Penyekatan Sesuai Program Presisi Kapolri
Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni.

JAKARTA, datariau.com - Viral atau menjadi perbincangkan hangat publik media sosial dari sikap aparat kepolisian yang bertindak penuh dengan kesabaran dan mengedepankan pendekatan secara humanis ketika menghadapi masyarakat yang melontarkan makian saat putar balikan di pos penyekatan.

Tindakkan yang dilakukan aparat kepolisian itupun mendapat tanggapan positif dari seorang Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni, dia menyebutkan pendekatan humanis dan kesabaran petugas sudah sesuai dengan program Presisi atau Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan yang digagas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat ini.

"Sudah menjadi tugasnya Polri agar humanis sesuai dengan Program Presisi Kapolri, dan itu bagian dari tanggungjawab anggota di lapangan wajib humanis mengayomi," kata Sahroni dihubungi awak media pada Selasa (18/5/2021).

Setidaknya, sebut Sahroni, ada peristiwa dua warga yang memaki aparat kepolisian saat diputar balikan di pos penyekatan, dan menarik perhatian masyarakat.

Pertama kejadian di Sukabumi, yang mana seorang ibu melontarkan kalimat atau kata-kata kasar kepada aparat kepolisian, karena mobil yang berisikan rombongan keluarga itu di halau oleh petugas.

Kemudian peristiwa kedua dimana seorang perempuan yang mencaci maki petugas kepolisian di Jalan Lingkar Selatan, Ciwandan, Cilegon, Banten.

Setelah viral dan menuai kecaman dari berbagai kalangan masyarakat, mereka berdua pun akhirnya meminta maaf atas prilaku ataupun sikapnya terhadap aparat kepolisian tersebut.

Selanjutnya kedua warga yang memaki itupun sudah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada aparat kepolisian. Petugas akhirnya menerima dengan lapang dada serta menerima permintaan maaf dari kedua orang itu.

Dikatakan Sahroni, sudah semestinya masyarakat itu jangan seenaknya memperlakukan petugas kepolisian yang sedang berjuang dengan sabar dan humanis dalam melakukan pencegahan penyebaran covid-19 sebagaimana dengan implementasi dari kebijakan Pemerintah Indonesia dalam mengendalikan virus corona saat libur lebaran.

"Petugas sudah lelah dalam melakukan pencegahan sesuai aturan pemerintah. Humanis sangat diperlukan, tetapi tidak dengan cara seenaknya juga. Itu sangat benar, tapi dengan sikap yang tidak ramah kepada petugas itu tidak boleh dilakukan oleh orang-orang dengan semaunya," ujar dia.

Bahkan terkait makian dari warga terhadap aparat kepolisian itu, Sahroni berharap adanya tindakan yang lebih tegas terhadap masyarakat yang bertindak seenaknya terhadap petugas.

"Tidak dapat dibiarkan. Harus ada hukuman keras agar masyarakat lebih menuruti aturan dan menghargai petugas yang bekerja. Hukumannya dapat dengan cara kerja sosial, atau ya dipenjara saja," tukasnya.(*)

Sumber
: Datariau.com