Tak Ingin Pekanbaru Dikenal Sebagai Kota Seribu Lubang, DPRD Ingin APBD 2024 Prioritas Untuk Perbaikan Jalan Rusak

datariau.com
542 view
Tak Ingin Pekanbaru Dikenal Sebagai Kota Seribu Lubang, DPRD Ingin APBD 2024 Prioritas Untuk Perbaikan Jalan Rusak
Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Nurul Ikhsan.

PEKANBARU, datariau.com - Komisi IV DPRD Pekanbaru menginginkan postur APBD Perubahan 2023 dan APBD Murni 2024 tetap mengedepankan kepentingan masyarakat. Salah satu fokus utama yang harus diprioritaskan dan ditingkatkan yakni perbaikan jalan rusak dan berlubang.

Hal ini guna menghilangkan stigma negatif masyarakat yang banyak menyebut dengan berbagai istilah, seperti Pekanbaru Kota Seribu Lubang, Pekanbaru Kota Jalan Rusak, dan sebagainya akibat banyaknya jalan dalam kota yang berlubang dan rusak.

"Kita tak bisa pungkiri lagi, jalan-jalan yang ada di Pekanbaru ini masih banyak yang berlubang dan rusak. Memang, satu per satu sudah mulai berangsur diperbaiki tapi stigma masyarakat terhadap jalan rusak di Pekanbaru ini masih tinggi saya lihat. Maka itu perbaikan jalan ini harus diprioritaskan dan lebih ditingkatkan lagi dalam penyusunan R-APBD Perubahan 2023 dan R-APBD Murni 2024, jangan sampai masyarakat mem-bully pemerintah lagi," kata Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Nurul Ikhsan, Senin (25/9/2023).

Nurul mengakui, masyarakat masih kerap menyuarakan dan mengeluhkan jalan-jalan rusak dan berlubang. Bahkan, masyarakat terkadang menanam pohon pisang sebagai sindiran kepada pemerintah terhadap kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki.

"Ya, kita masih banyak melihat dan mendengar keluhan-keluhan soal jalan rusak dan berlubang ini. Baik itu dari medsos dan berita-berita di media, ada warga yang menanam pohon pisang di jalan, ada yang ngecor sendiri, terus ada swadaya warga bergotong royong menimbun jalan-jalan rusak. Ini tak boleh terjadi lagi kedepannya," ungkapnya.

Ia menyadari, perbaikan jalan rusak dan berlubang membutuhkan anggaran yang cukup besar. Tak hayal, Pemko Pekanbaru beralasan sejumlah ruas jalan yang berlubang dan rusak terkendala karena anggaran yang minim.

Namun begitu, DPRD Pekanbaru menyarankan Pemko Pekanbaru untuk berkoordinasi dengan Pemprov Riau dan Pemerintah Pusat untuk meminta bantuan anggaran untuk mengatasi persoalan jalan rusak yang ada di Pekanbaru.

"Jalan-jalan yang ada di Pekanbaru ini tidak semua yang rusak ini harus diperbaiki oleh Pemko, karena itu ada wewenangnya masing-masing. Ada kewenangan kota, ada kewenangan provinsi dan pusat. Maka sharing budgeting ini harus dilakukan sebagai opsi, jemput anggaran itu," ujarnya.

Meskipun di APBD-Perubahan 2023 dipastikan tidak ada overlay, Komisi IV DPRD Pekanbaru yang membidangi infrastruktur ini mengapresiasi Pj Walikota Pekanbaru Muflihun yang telah bergerak cepat melakukan perbaikan jalan-jalan yang mengalami kerusakan di beberapa titik.

Diantaranya seperti Jalan Suka Karya, Jalan Delima, Jalan Pemuda, Jalan Parit Indah, Jalan Firdaus dan Jalan Tanjung yang sudah dilakukan overlay oleh Pemko Pekanbaru di tahun 2023.

"Dari awal beliau (Muflihun) dilantik sebagai Pj Wako, Alhamdulillah satu per satu persoalan jalan rusak dan berlubang mulai diperbaiki. Maka itu, kita terus mendorong agar perbaikan jalan rusak ini harus tetap diprioritaskan dalam R-APBD Perubahan 2023 dan R-APBD 2024. Kami harap Pj Walikota Muflihun konsisten memperbaiki jalan-jalan ini," ucapnya.

"Walaupun tidak ada overlay di APBD-P 2023, maksimalkan tambal sulam ini. Jangan sampai tidak direalisasikan, segera diperbaiki dan jangan menunggu lama-lama. Karena kalau dibiarkan lama, lubang itu akan semakin besar dan rusak parah nanti," tambahnya.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)