Ruslan: Pemerintah Jangan Paksa Masyarakat Suntik Booster

datariau.com
1.770 view
Ruslan: Pemerintah Jangan Paksa Masyarakat Suntik Booster
Anggota DPRD Pekanbaru dari Fraksi PDI Perjuangan, Ruslan Tarigan.

PEKANBARU, datariau.com - Anggota DPRD Pekanbaru dari Fraksi PDI Perjuangan, Ruslan Tarigan merespon kebijakan pemerintah yang memberlakukan vaksin booster sebagai syarat perjalanan dan masuk ke mal. Menurutnya, pemerintah jangan memaksa masyarakat untuk disuntik vaksin booster terlebih lagi bagi yang sudah mendapatkan vaksin dosis lengkap 1 dan 2.

"Kalau ada aturan seperti itu, ya kita ikuti. Bagi yang mau disuntik, ya monggo untuk menguatkan imun. Tapi jangan pula dipaksa, ini kesannya nanti menjual vaksin," kata Ruslan, Senin (18/7/2022).

Ruslan mengapresiasi langkah pemerintah yang telah berjibaku dalam menanggulangi Covid-19. Mulai dari menegakkan protokol kesehatan hingga menyelenggarakan program vaksinasi Covid-19 bagi semua kalangan.

Ia juga tak menghalangi niat baik pemerintah untuk melindungi masyarakat agar terhindar dari wabah Covid-19. Namun, dirinya berharap pemerintah dapat meringankan kebijakan baru tersebut, terlebih masyarakat yang sudah mendapatkan vaksinasi lengkap 1 dan 2.

"Ya, saya kira tidak ada masalah. Silahkan saja dan kita tetap mendukung kok. Tetapi disini bagaimana agar kebijakan pemerintah itu tidak memaksa masyarakat," ujarnya.

Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru yang membidangi kesehatan ini juga menyebut, menjaga protokol kesehatan seperti memakai masker dinilai sudah meminimalisir penyebaran Covid-19.

"Corona ini kan belum tau sampai kapan hilangnya. Jadi saat ini ya kita patuh dan disiplin prokes. Karena ini lah salah satu senjata ampuh agar terhindar dari virus corona. Ya, artinya jangan sampai menularkan orang lain," tutup Ruslan.

Untuk diketahui, vaksin booster atau dosis ketiga resmi ditetapkan oleh pemerintah sebagai syarat perjalanan mulai Ahad (17/7/2022). Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satgas Covid-19 Nomor 21 Tahun 2022 tentang Ketentuan Perjalanan Orang dalam Negeri Masa Pandemi Covid-19.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)